Somnium Locus

Somnium Locus

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Selama 19 tahun hidup, Ema merasa bahwa hidupnya biasa saja. Ia tidak kaya, namun tidak juga berkekurangan uang. Pokoknya, apapun yang Ema minta selalu ia dapatkan dengan biasa saja, karena Ema juga takut merepotkan orang tuanya. Ia tidak memiliki banyak teman, hanya satu, sehingga kehidupan sosialnya hanya berjalan datar dan tanpa drama. Kehidupannya selama ini hanya seputar belajar, belajar, dan belajar. Ema kesepian. Suatu kesempatan itu akhirnya datang kepadanya. Ema bisa merasakan kejadian ekstrim yang selama ini hanya ia lihat dari novel maupun sinetron saja. Namun, Ema justru kurang bahagia dengan semua itu. Bagaimana mungkin Ema bisa bahagia jika ia tidak bisa bertemu orang tuanya lagi?
All Rights Reserved
#400
idol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 'cause this one means forever [COMPLETED]
  • Broken Flower
  • OBSESSED BY YOU
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Wild Husband
  • My Wild Boyfriend l Full Mature
  • Say Bye
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)
  • A Story Never Told [21+]

Jadi tulang punggung keluarga sejak belia membuatnya sangat menyukai uang. Ia banting tulang melakukan pekerjaan apa saja asal bisa makan. Asal bisa memberi keluarganya makan. Setiap kesempatan akan coba ia raih. Setiap peluang akan berusaha ia dapatkan. Menjadi Brand Manager sudah menjadi incarannya. Setidaknya dengan posisi dan tanggung jawab yang sebesar itu, ia tak akan risau lagi untuk urusan finansial. Ia tak harus mengambil pekerjaan di akhir pekan. Ia hanya ingin sedikit saja punya waktu untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan tunggakan. Ketika kesempatan itu menyapa, ia tahu bahwa pilihannya hanya satu. Ambil dan terus maju. Masalahnya posisi itu tak datang cuma-cuma. Ia tak jadi brand manager atas merek yang sudah ada. Gaji dan bonus yang ditawarkan memang melampaui ekspektasi, tapi yang jadi persoalan adalah merek yang ia kelola ini milik seseorang sebelumnya. Sialnya lagi, seseorang ini pernah membuat hampir kehilangan pekerjaan sebelumnya. Dan lebih sial lagi, seseorang ini harus menjadi partnernya dalam bekerja. Tapi jika ia mundur, keluarganya tak akan bisa makan. Mampukah ia menjalani semua ini? Akankah ia mengambil kesempatan yang ada di depan mata dan menerjang semua badai yang siap menelannya

More details
WpActionLinkContent Guidelines