Merindu Sendu

Merindu Sendu

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2024
"Aku yang menunggumu, tetapi kamu kembali ke masa lalumu." -Merindu Sendu Tentang aku yang rela menunggumu berbulan-bulan tanpa memberi kepastian, dan hanya memberi harapan. Harapan-harapan yang telah kamu beri semakin membuatku berharap lebih tinggi. Nyatanya harapanku itu lebih tinggi dan pada akhirnya aku jatuh, lalu sakit. Aku telah melihatmu bersama dengannya. Sungguh sulit untuk menerima kenyataan yang aku lihat. Namun, semuanya sudah takdir. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Semuanya sudah menjadi pilihannya.
All Rights Reserved
#28
danu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Kamu yang Kukira Milikku
  • Dusk In Your Eyes
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • OUR PROMISE
  • Ex or New? [REVISI]
  • Di Balik Layar [Completed]
  • Is There Hope [Completed]
  • You are in my past and my future [END]
  • Antara Jarak Dan Waktu

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines