Aku Gak boleh bahagia ya?

Aku Gak boleh bahagia ya?

  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 15, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Selamat Datang di cerita Aku Gak boleh bahagia ya? Atau disingkat AGBBY? AGBBY? menceritakan tentang seorang gadis yang terluka dari kecilnya. ia dipenuhi dendam Dan trauma gadis itu sering berubah-ubah Mood... dia adalah Bella Zalfa Aryani Bisa dipanggil Bella. Bella selalu menangis Di pojok kamarnya terkadang ia ingin menyerah namun Itu Bella tidak bisa. senyumannya itu palsu ia berpura-pura Kuat aslinya rapuh,ia terlalu Egois Memperdulikan orang lain daripada dirinya. "Bella,Pengen nyerah tapi..." "Bella SEMANGAT!" #Brokenhome #Luka #bella #baper #bucin #Bahagia #nyerah happy Reading gusy
Todos los derechos reservados
#40
cerai
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LUKA LILY {Revisi}
  • Menyerah atau Bertahan?
  • LUKA
  • About Naskala [on going]
  • Topeng di balik Senyuman
  • Beri aku kesempatan sekali saja
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  •  ANATHA

DALAM TAHAP REVISI🚫 Lily lahir dalam kebencian. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya, membuat ayah dan ketiga kakaknya membencinya sejak ia masih bayi. Di rumah mewah milik keluarganya, Lily hidup seperti bayangan-selalu dimaki, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Ia hanya boleh makan setelah mereka selesai, tidur di gudang yang dingin, dan naik angkutan umum ke sekolah sementara kakak-kakaknya menikmati kemewahan. Namun, penderitaan Lily tidak berhenti di rumah. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan, dihina, dan diabaikan seolah-olah ia bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang peduli. Tidak ada yang melihat luka yang ia sembunyikan-baik luka di tubuhnya maupun luka yang jauh lebih dalam, di hatinya. Hingga suatu hari, tubuhnya mulai melemah, demam yang tidak kunjung sembuh, dan kelelahan yang terus menghantuinya. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Lily mengidap leukemia. Namun, bahkan dalam sakitnya, keluarganya tetap tidak peduli. Mereka bahkan berharap ia segera mati. Sampai akhirnya, Lily menyerah. Ia benar-benar pergi untuk selamanya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, rumah itu terasa sepi. Tidak ada lagi suara langkah kecilnya, tidak ada lagi sosok lemah yang selama ini mereka abaikan. Dan saat semua orang mengetahui penyakit yang ia derita, penyesalan pun datang terlambat. Tetapi Lily tidak akan pernah tahu itu-karena dia telah pergi, membawa semua luka dan kesepiannya ke tempat yang lebih tenang. #kematian (1) (10/02/25) #benci (1) (02/04/25) #kepergian (1) (21/02/25)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido