Thorn true happiness?

Thorn true happiness?

  • WpView
    Leituras 2,322
  • WpVote
    Votos 136
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mai 28, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
(season 1 dan 2) Sebuah elemen yang menjadi sama persis seperti tokoh dalam cerita dongeng yang dia baca.... Tokoh yang diculik....dan menjadi jahat... Akankah Thorn bisa kembali pada dirinya sendiri? Atau dia malah menjadi semakin jahat? Welcome to "Thorn true happiness" {Season Two ^w^} ⚠️ Warning ⚠️ -boboiboy elemental dan teman temannya hanya milik Monsta ,saya hanya meminjamnya... -banyak typo dimana mana -cringe di setiap bab -ada karakter karangan -blood di beberapa bab -ada yang dead😌🙏🏻 -Season 1 digabung dengan season 2!! Sekian terima gaji😌😌🙏🏻🙏🏻
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]
  • Ketika Elemental Jadi Bocil
  • Bukan Sebatas Kekuatan I (complete)
  • Cursed Dreams
  • Secret Lullaby | Season II Elemental Daily |
  • I'm Tired #Season3☑️
  • Sebuah Penyesalan
  • My Savior Brother ✓

Nyatanya, mereka bertiga tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Di balik tawa dan senyuman yang mereka tunjukkan, terselubung luka yang tak seorang pun mampu melihat. Taufan yang ingin diakui keberadaannya. Ice yang mendambakan kebebasan. Dan Thorn yang haus akan apresiasi dari sang Bunda. Taufan terus mencoba membuktikan dirinya sendiri, berusaha untuk diakui, meski dirinya seringkali tak dihargai. Ice, meskipun selalu tampak tenang, namun ia terjebak dalam batasan tubuhnya yang rapuh, bermimpi bisa merasakan bebasnya dunia tanpa halangan apapun. Thorn, dengan segala usahanya, merasa tak pernah cukup baik untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang Bunda. Di dunia yang mengagumi harmoni, tak ada yang tahu bahwa kehancuran perlahan mulai menghantui. Tapi, sampai kapan mereka bisa bertahan dalam diam? Sementara hati mereka perlahan terkikis oleh kesedihan yang mendalam.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo