Story cover for White Lisianthus by GeaAnandya
White Lisianthus
  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Feb 15, 2024
Setelah hari itu usai, Kala menyadari bahwa semuanya tidak akan pernah sama seperti sebelumnya. Dan ia perlu belajar seumur hidup untuk baik-baik saja.
Menggantikan peran ibu untuk sang adik bukanlah hal yang mudah bagi Kala. Di saat usianya yang masih belasan tahun, ia dituntut oleh percepatan keadaan untuk dewasa dalam semalam. Bagi Kala rumah dan kampus adalah tempat pelatihan militer, karena mungkin dewasa itu seperti ini. 
Terlepas dari kelamnya takdir kehidupan Kala, setidaknya ia masih memiliki tujuan untuk bertahan di dunia ini. Bagaimana jika hal yang ia anggap tujuan itu ternyata justru akan membawa masalah baru lagi?
i know it's not as simple as this, tetapi bertahanlah di sana.
Karena, dewasa itu tentang bagaimana ia bisa bertahan hidup dengan mempertahankan mental, fisik, dan pikiran agar tetap aman.
All Rights Reserved
Sign up to add White Lisianthus to your library and receive updates
or
#3breakheartwritingmarathon
Content Guidelines
You may also like
Dialektiva by penacandramawa
50 parts Complete
Ini cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya dengan headset saat kuliah berlangsung, atau yang hanya bengong dan baca komik atau novel saat diskusi. Lalu Tiva sendiri masuk ke tipe mahasiswa yang mana? Dia tidak masuk di salah satunya. Dia membentuk tipe mahasiswa tersendiri--yang beranggotakan Tiva seorang. Tiva yang malas ikut diskusi "kacangan" di kelasnya, yang bukan mahasiswa berprestasi, yang tidak ikut BEM atau himpunan yang dielu-elukan sebagai media mahasiswa bisa mendapat banyak pengalaman, yang tidak pernah ikut riset atau penelitian juga. Tiva memang terkesan cuek dan apatis, tetapi ia selalu ada di garda terdepan dalam peka terhadap lingkungan sekitar. Juga, ia bisa menyelesaikan masalah hanya dengan kata-katanya. Dan saat dia berdialektika, semua tipe mahasiswa hanya bisa terdiam dan berdecak kagum dalam hatinya. Efek dari dialektika yang dilontarkan oleh Tiva (re: dialektiva) memberikan pengaruh besar setidaknya kepada tiga orang; Adiran Kiluan sebagai mahasiswa berprestasi yang tidak ingin spotlight miliknya ini berpindah kepada Sativa, Bumi Barameru sebagai "pejuang keadilan" yang merasa bahwa ucapan dan intuisi Tiva membuatnya menjadi manusia seutuhnya, juga Mizi yang sadar bahwa ia lebih dari sekadar "biasa". Baik Adiran, Bumi, dan Mizi pada akhirnya sama-sama mengorbit pada lintasan yang tidak pernah Tiva ciptakan. Ketiga laki-laki itu merasa berkonstelasi dengan Tiva dan merasa membutuhkannya. Tapi masalahnya, Tiva adalah seseorang yang kompleks dan sulit diterka. Akankah Adiran, Bumi, dan Mizi mampu mengorbit--bahkan melebur--bersama Tiva?
If I Had to Choose by ndlnadilaa_
8 parts Ongoing
Aurelline Elara tak pernah menyangka bahwa langkahnya ke Sydney bukan hanya untuk mengejar gelar, tapi juga bayang-bayang masa lalu yang belum selesai. Satu tahun lalu, Darren Mahendra-sosok yang mengisi hari-harinya dengan ketulusan-menghilang tepat di malam ketika ia hendak menyatakan cinta. Tanpa pesan. Tanpa jejak. Hanya luka yang tak pernah bisa benar-benar sembuh. Kini, Aurel berkuliah di negeri yang jauh, berharap bisa menemukan Darren kembali, atau setidaknya, mendapatkan jawaban. Namun takdir membawanya bertemu Keiran Evander-pria yang ceria, perhatian, dan penuh kejutan. Tanpa Aurel tahu, Keiran adalah bagian dari masa kecilnya yang telah lama hilang. Ia pernah berjanji akan menikahi Aurel di bawah pohon mangga masa lalu. Dan kini, diam-diam, ia menepati janji itu dengan caranya sendiri: dengan selalu ada di sisi Aurel... meski Aurel tak menyadarinya. Lalu, Darren benar-benar kembali. Dengan nama baru, luka lama, dan sebuah rahasia besar yang mengubah segalanya. Ia bukan menghilang karena ingin-tapi karena dipaksa menjauh oleh takdir yang kelam: sebuah tragedi, tuntutan, dan kematian. Kini ia datang sebagai pria yang telah bertunangan, bukan karena cinta... tapi karena janji terakhir sang ibu. Di antara dua hati-satu masa lalu yang belum usai, dan satu yang perlahan tumbuh dalam diam-Aurel dihadapkan pada pilihan. Akankah ia kembali pada cinta yang sempat hilang? Atau memilih seseorang yang diam-diam telah menggenggam hatinya begitu dalam?
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
You may also like
Slide 1 of 9
Dialektiva cover
SKRIPSUIT  ✔ cover
Human Disease cover
If I Had to Choose cover
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
AMY 54 [END] cover
[END] When the Stars are Tired cover
Abu-abu (Saga Alexander) ✔ cover
Kue Stroberi Tahun Depan  cover

Dialektiva

50 parts Complete

Ini cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya dengan headset saat kuliah berlangsung, atau yang hanya bengong dan baca komik atau novel saat diskusi. Lalu Tiva sendiri masuk ke tipe mahasiswa yang mana? Dia tidak masuk di salah satunya. Dia membentuk tipe mahasiswa tersendiri--yang beranggotakan Tiva seorang. Tiva yang malas ikut diskusi "kacangan" di kelasnya, yang bukan mahasiswa berprestasi, yang tidak ikut BEM atau himpunan yang dielu-elukan sebagai media mahasiswa bisa mendapat banyak pengalaman, yang tidak pernah ikut riset atau penelitian juga. Tiva memang terkesan cuek dan apatis, tetapi ia selalu ada di garda terdepan dalam peka terhadap lingkungan sekitar. Juga, ia bisa menyelesaikan masalah hanya dengan kata-katanya. Dan saat dia berdialektika, semua tipe mahasiswa hanya bisa terdiam dan berdecak kagum dalam hatinya. Efek dari dialektika yang dilontarkan oleh Tiva (re: dialektiva) memberikan pengaruh besar setidaknya kepada tiga orang; Adiran Kiluan sebagai mahasiswa berprestasi yang tidak ingin spotlight miliknya ini berpindah kepada Sativa, Bumi Barameru sebagai "pejuang keadilan" yang merasa bahwa ucapan dan intuisi Tiva membuatnya menjadi manusia seutuhnya, juga Mizi yang sadar bahwa ia lebih dari sekadar "biasa". Baik Adiran, Bumi, dan Mizi pada akhirnya sama-sama mengorbit pada lintasan yang tidak pernah Tiva ciptakan. Ketiga laki-laki itu merasa berkonstelasi dengan Tiva dan merasa membutuhkannya. Tapi masalahnya, Tiva adalah seseorang yang kompleks dan sulit diterka. Akankah Adiran, Bumi, dan Mizi mampu mengorbit--bahkan melebur--bersama Tiva?