Layunya Sang Bunga Ranunculus

Layunya Sang Bunga Ranunculus

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 24, 2025
Ranun Amelia merupakan seorang gadis yang berumur 25 tahun. Dia menghabiskan waktunya setiap hari untuk toko bunga yang dimilikinya. Senyum dan tawa tiap hari dia layangkan, membuat banyak orang menganggapnya sebagai sosok yang hangat. Padahal, banyak hal yang misterius di balik itu semua. Hallo guyss. Ini merupakan cerita pertamaku di wattpad. Jika suka, tolong vote dan like ya guys. Jangan lupa komentar-komentarnya. Selamat membaca 🫶
All Rights Reserved
#26
ceritakhayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Shadows of the Main Story
  • Cinta di Antara Dua Dunia ✅
  • The Silent Invasion (END)
  • Exchange Souls With Villains
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Fall in You (Selesai)
  • Effort ( COMPLETED )
  • eternal flower

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines