PESAN MAMA (CERPEN)

PESAN MAMA (CERPEN)

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2024
Hidup bagaikan buku yang akan habis pada akhir nya. Oleh karena itu, setiap orang berhak memiliki akhir cerita yang bahagia. Orang tua adalah salah satu pemeran utama dalam hidup setiap orang. Terutama peran seorang MAMA, wanita dengan sejuta kehangatan dan sejuta kasih sayang. Because of my mother, I am strong through all the problems I get, right, but without a mother...
All Rights Reserved
#141
kenyataan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keluarga di Ujung Senja
  • Ibu, Aku Masih Berjuang... Tapi Tanpa Do'a Itu, Aku Merasa Sendirian
  • 𝗗𝗮𝗿𝘂𝗻𝗮
  • Yang Tak Terucap...
  • ATAS NAMA CINTA
  • ANGEL (END)
  • DUA PIKIRAN
  • Sad Ending
  • ZONA ASTARAJINGGA || HAECHAN

Di sudut kota yang tenang, di mana waktu seakan berhenti, terdapat sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh kebun penuh bunga. Di situlah Amara, seorang gadis remaja, menghabiskan harinya. Setiap sore, saat matahari mulai merunduk di balik horizon, ia akan duduk di teras, menyaksikan keindahan langit yang berubah warna. Senja menjadi waktu istimewa baginya, di mana ia merasa terhubung dengan keluarganya. Keluarga Amara terdiri dari tiga jiwa yang saling melengkapi: Mama yang selalu bijak dengan nasihatnya dan Papa yang penuh semangat dan humor. Dalam kebersamaan mereka, Amara mulai merasakan ketegangan yang tak terlihat-perubahan yang perlahan mengubah dinamika keluarga mereka. Dalam perjalanan menjelajahi cinta dan kehilangan, Amara menyadari bahwa setiap senja menyimpan cerita yang menunggu untuk diungkapkan. Ketika langit kelabu berhiaskan kilauan bintang, Amara bertekad untuk menemukan makna sejati dari ikatan keluarganya. Di ujung senja, setiap detik berharga menjadi pengingat akan cinta yang takkan pernah pudar, meski badai menghadang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines