Sabiru Dan Traumanya

Sabiru Dan Traumanya

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 19, 2024
Sabiru Anantasya Putri adalah seorang pemuda berusia 21 tahun dengan jiwa yang penuh luka akibat trauma masa kecilnya. Kehilangan kedua orang tua dalam tragedi misterius telah meninggalkan bekas mendalam di hatinya, terutama ketika ia terus dihantui bayangan kelam yang tak pernah ia mengerti. Bayangan itu seakan menjadi manifestasi dari ketakutannya yang terdalam, mengingatkan Sabiru pada rasa bersalah dan kehilangan yang tak kunjung pudar. Meski mencoba melanjutkan hidup, Sabiru kerap merasa terjebak dalam masa lalu, hingga ia dipaksa menghadapi rahasia gelap keluarganya yang selama ini tersembunyi.
All Rights Reserved
#526
tekateki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REKSA: The Last Bell
  • Yes, That's Love
  • Secret Love Letters [ TERBIT ]
  • Narasi patah hati
  • Paradise
  • fortnight (completed)
  • ALUNA
  • Arsyilazka
  • CINTA YANG NYATA
  • RAHASIA HATI

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines