Tentang Arina

Tentang Arina

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 17, 2024
Ini tentang sebuah tempat yang membawaku kepadamu. Tempat yang membuatku dapat melihat indahnya lesung pipi disaat kamu tersenyum manis padaku. Tempat dimana hatiku terjatuh pada seorang yang penuh luka namun berusaha untuk tetap bahagia menjalani sebuah kehidupan. Mungkin orang melihat Gelora Bung Karno hanyalah sebuah stadion megah yang selalu ramai di kunjungi saat ajang lomba atau sekedar lari kecil belaka. Atau mungkin mereka hanya melihat Gelora Bung Karno adalah sebuah kebanggaan dan lambang Kota Jakarta. Tapi bagiku tidak. Ada kamu di dalamnya. Menyimpan sejuta kenangan di pinggir Jalan Sudirman ketika kami saling menatap mata. Jatuh cinta dalam diam seperti hembusan angin malam natal yang menerpa pepohonan rindang di sekitarnya. Takdir itu indah. Meski sekarang aku tidak tau letak keindahan itu ada dimana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bandungku Kini Berbeda [LEE HAECHAN]
  • imperfect steps
  • Memeluk Kabut
  • Jove, You're My Life but We Can't Live
  • satu Hati Beda Agama
  • kita yang tak lagi sama
  • Restu Tuhan
  • Aisyah

Ada sesuatu yang begitu magis tentang Bandung-sebuah kota yang seolah diciptakan untuk menciptakan kisah cinta. Setiap sudutnya memancarkan pesona, setiap jalanannya memeluk siapa saja yang berjalan di atasnya. Bandung bukan hanya kota, tetapi sebuah ruang di mana hati saling bertemu, terhubung, dan jatuh cinta dengan cara yang sederhana, namun begitu dalam. Namun, cinta yang lahir di tengah keindahan tak selalu abadi seperti dongeng. Perlahan, waktu dan jarak menyusup tanpa permisi. Kebiasaan yang dulu terasa begitu akrab kini berubah menjadi kenangan yang mengendap. Tawa yang dulu bergema di sepanjang jalan, perlahan memudar, digantikan oleh keheningan yang menusuk. Sudut-sudut kota yang pernah menjadi saksi kebahagiaan, kini hanya menyimpan bayangan akan sesuatu yang hilang. Ketika raganya melangkah pergi, kota ini tetap berdiri-tetap indah, tetap penuh cerita. Bandung kini bukan hanya tempat yang mempertemukan dua hati, tetapi juga tempat yang memisahkan mereka untuk selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines