Story cover for Zero : No Name by GoldieMoney
Zero : No Name
  • WpView
    LETTURE 332
  • WpVote
    Voti 60
  • WpPart
    Parti 5
  • WpView
    LETTURE 332
  • WpVote
    Voti 60
  • WpPart
    Parti 5
In corso, pubblicata il feb 17, 2024
1 nuova parte
Zero. 

Begitulah sebutan bocah itu.

Dia menjanjikan sesuatu kepada mereka dengan syarat menyediakannya sebuah kehidupan damai. Uang, rumah, keamanan, dan sandiwara kasih sayang.

Namun, bagaimana jika kasih sayang yang awalnya hanya sebuah sandiwara, berubah menjadi sesuatu yang lebih besar? 

Sebuah obsesi yang membeludak. Keinginan kuat untuk mengikat sosok kecil itu ke dalam kehidupan mereka tanpa memberikan kesempatan untuk melepaskan diri.

"Bersikaplah baik, baby. Aku akan membelikanmu ice cream nanti."

"Pokoknya Lo harus tidur bareng gue seminggu ini, little monster."

"Jangan keluar malem-malem sendirian lagi. Gue bakalan anterin kemanapun yang Lo mau, honey."

"....Tolong tetap jaga batas aman. Dan juga, jangan memberi panggilan aneh. Panggil aku Zero."
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Zero : No Name alla tua libreria e ricevere aggiornamenti
oppure
#2lie
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
ADIKARA ELUSIF di blackcurrantbery
40 parti In corso
Baca lapak sebelah dulu biar nyambung, baca DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
FRAGMENT (From ALTERITY) cover
Rasya cover
ADIKARA ELUSIF cover
Rayuan Untuk Liby [Berlangsung] cover
Ini Lumi  cover
Ciel Wiratama or Ciel Pradipta cover
ℤ𝔸𝕐ℕ cover
Take My Hand cover
RAVEN [ ✔ ] cover
Hyacinth cover

FRAGMENT (From ALTERITY)

15 parti In corso Per adulti

"Dalam dunia yang tampak nyata, ia hanya bayangan yang menunggu dipecahkan." Di balik tirai dunia yang tampak biasa, tersembunyi kehidupan seorang remaja yang tak pernah benar-benar menjadi miliknya sendiri. Ia tumbuh dalam pusaran rahasia, dibentuk oleh intrik dan kepalsuan yang menjalar dari akar keluarganya. Langkah-langkahnya diawasi. Suaranya dibungkam oleh kewajiban. Jiwanya? Terbelah... antara hitam dan putih yang tak pernah ia pilih. Ia hidup-bukan karena ingin, tapi karena satu kata: peduli. 🕯️ "Kadang, bertahan hidup adalah bentuk lain dari menyerah yang disamarkan." Namun segalanya mulai retak saat ia bertemu seseorang. Bukan pahlawan. Bukan penyelamat. Hanya satu jiwa lain... yang perlahan mengajaknya bernapas sebagai dirinya sendiri. Dinding-dinding yang selama ini membelenggu, mulai pecah. Tawa. Tangis. Cinta. Hadir seperti pecahan kaca-indah, menyakitkan, menyilaukan. Tapi dunia tak pernah sesederhana itu. Apa arti kehidupan, bila dibangun di atas kebohongan? Apa makna cinta, jika tumbuh dari tanah yang tak jujur? Saat rahasia mulai menampakkan wajahnya, dan kepercayaan berguguran satu per satu, ia harus memilih: 🔻 Melanjutkan fragmen kehidupan yang mulai ia cintai... 🔺 atau menelusuri puing-puing masa lalu yang bisa menghancurkan semuanya. "Sebab kadang, untuk menemukan cahaya, kita harus berani menghadap bayangan kita sendiri."