We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Zero : No Name

Zero : No Name

  • WpView
    Reads 2,070
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Zero. Begitulah sebutan bocah itu. Dia menjanjikan sesuatu kepada mereka dengan syarat menyediakannya sebuah kehidupan damai. Uang, rumah, keamanan, dan sandiwara kasih sayang. Namun, bagaimana jika kasih sayang yang awalnya hanya sebuah sandiwara, berubah menjadi sesuatu yang lebih besar? Sebuah obsesi yang membeludak. Keinginan kuat untuk mengikat sosok kecil itu ke dalam kehidupan mereka tanpa memberikan kesempatan untuk melepaskan diri. "Bersikaplah baik, baby. Aku akan membelikanmu ice cream nanti." "Pokoknya Lo harus tidur bareng gue seminggu ini, little monster." "Jangan keluar malem-malem sendirian lagi. Gue bakalan anterin kemanapun yang Lo mau, honey." "....Tolong tetap jaga batas aman. Dan juga, jangan memberi panggilan aneh. Panggil aku Zero."
All Rights Reserved
#397
zero
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rayuan Untuk Liby [Berlangsung]
  • Adek Abang || END
  • ★BABY ZION★
  • Take My Hand
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Ciel Wiratama or Ciel Pradipta
  •  HAZELA
  • Hyacinth

Setelah berhasil menemui keluarganya, Liby hidup dengan mewah. Makanan, pakaian, serta pendidikan yang luar biasa. Namun, yang Ia perlukan adalah kasih sayang dari Ayah dan ketiga kakaknya bukan kemewahan. Semuanya terus berjalan sama dengan semua penghinaan yang terus Liby alami. Sampai suatu ketika seseorang datang padanya dengan Rayuan manis yang keluar dari bibirnya mendorong sisi malaikat Gadis itu pergi. "Kecewa, sakit hati. Benarkah kau akan terus hidup dengan naif seperti itu? Boneka cantik yang dungu, sampai darah keluar dari matamu pun tidak akan ada yang berubah. Hanya dua pilihan. Tersakiti, atau menyakiti...." Bisiknya lembut pada Liby yang tersungkur di lantai marmer yang dingin. Bagaikan rayuan iblis, Liby Gadis lugu yang selalu memegang teguh kata sang Ibu untuk menjadi Manusia baik seketika berubah. Benar, Gadis yang polos serta naif itu telah hilang dari dirinya. Persetan dengan sabar, jika seperti itu lama kelamaan dia akan mati seperti tikus di sangkar emas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines