Story cover for CAT BAKERY  by bbalaenoptera
CAT BAKERY
  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Feb 17, 2024
Antara kucing dan harumnya roti ditemani hujan.

Pemuda toko roti itu tak pernah menanyakan nomor telponnya, atau media sosialnya. Sedangkan dirinya ingin menanyakan hal itu namun ragu untuk memintanya. Hingga suatu saat ketika ia kembali ke toko roti itu dia tak menemukan pemuda yang dia nanti-nanti setiap harinya. 

"Mas, liat pegawai yang suka ngasih makan anak kucing samping toko gak?" 

"Maaf, beliau udah keluar beberapa hari yang lalu."

"Oh, kalau gitu sekarang dia dimana ya?" Dia kembali bertanya sembari berharap. 

"Kurang tau juga, maaf ya."
All Rights Reserved
Sign up to add CAT BAKERY to your library and receive updates
or
#2tokoroti
Content Guidelines
You may also like
harmonic paths by jajajujaa_2
12 parts Ongoing
Langit di atas mereka mulai kehilangan warna keemasannya, berganti dengan semburat ungu dan biru tua yang perlahan menyelimuti cakrawala. Angin sore berhembus lembut, membawa ketenangan yang hanya bisa dirasakan ketika dunia mulai melambat. Han dan Lee Know duduk berdampingan di tepi danau kecil, kaki mereka menggantung di atas permukaan air yang memantulkan cahaya senja. Mereka tidak berbicara untuk beberapa saat, hanya menikmati momen tanpa merasa perlu mengisinya dengan kata-kata. Tiba-tiba, Han tertawa kecil, nada suaranya ringan namun penuh kehangatan. "u're weird." Lee Know langsung menoleh, memasang ekspresi tersinggung yang berlebihan. Matanya menyipit seolah meminta penjelasan. "No, I'm not." Han hanya tersenyum, sorot matanya lembut saat menatap sahabatnya itu. "It's okay, though. u're different-kinda unique. And I love weird. Makes life more interesting." "im normal right? compared to u?" Lee Know masih menatapnya dengan tatapan meneliti, seakan mencoba mencari apakah ada ejekan terselubung di balik kata-kata itu. Tapi Han tetap tersenyum dengan tulus, tanpa niat lain selain mengatakan apa yang benar-benar ia pikirkan. Setelah beberapa detik hening, Lee Know akhirnya menghela napas pelan, lalu menatap lurus ke arah danau. "I like normal too." Han tidak menjawab, hanya tersenyum kecil sebelum kembali menatap langit. Mereka tidak butuh banyak kata untuk mengerti satu sama lain. Dalam perbedaan dan keunikan mereka masing-masing, ada kenyamanan yang tidak perlu dijelaskan. Dan itu sudah lebih dari cukup. masih didalam revisi👹 sumpah sorry kalo gajelas soalnya yg bikin juga gajelas, anjay mantap selamat menikmati👊🏻🙌🏻
You may also like
Slide 1 of 9
harmonic paths cover
[Spesial Book] Boy From Wonderland [TXT - Yeonjun] cover
Istri  Manis sang CEO  cover
SEGRETO [Minsung]✓ cover
Heal You cover
Cat boy [hyunsung] ✔️ tahap revisi. cover
Angoscia (Derita)//√ cover
When This Rain Stop (End) cover
MARKA; yeonbin AU cover

harmonic paths

12 parts Ongoing

Langit di atas mereka mulai kehilangan warna keemasannya, berganti dengan semburat ungu dan biru tua yang perlahan menyelimuti cakrawala. Angin sore berhembus lembut, membawa ketenangan yang hanya bisa dirasakan ketika dunia mulai melambat. Han dan Lee Know duduk berdampingan di tepi danau kecil, kaki mereka menggantung di atas permukaan air yang memantulkan cahaya senja. Mereka tidak berbicara untuk beberapa saat, hanya menikmati momen tanpa merasa perlu mengisinya dengan kata-kata. Tiba-tiba, Han tertawa kecil, nada suaranya ringan namun penuh kehangatan. "u're weird." Lee Know langsung menoleh, memasang ekspresi tersinggung yang berlebihan. Matanya menyipit seolah meminta penjelasan. "No, I'm not." Han hanya tersenyum, sorot matanya lembut saat menatap sahabatnya itu. "It's okay, though. u're different-kinda unique. And I love weird. Makes life more interesting." "im normal right? compared to u?" Lee Know masih menatapnya dengan tatapan meneliti, seakan mencoba mencari apakah ada ejekan terselubung di balik kata-kata itu. Tapi Han tetap tersenyum dengan tulus, tanpa niat lain selain mengatakan apa yang benar-benar ia pikirkan. Setelah beberapa detik hening, Lee Know akhirnya menghela napas pelan, lalu menatap lurus ke arah danau. "I like normal too." Han tidak menjawab, hanya tersenyum kecil sebelum kembali menatap langit. Mereka tidak butuh banyak kata untuk mengerti satu sama lain. Dalam perbedaan dan keunikan mereka masing-masing, ada kenyamanan yang tidak perlu dijelaskan. Dan itu sudah lebih dari cukup. masih didalam revisi👹 sumpah sorry kalo gajelas soalnya yg bikin juga gajelas, anjay mantap selamat menikmati👊🏻🙌🏻