Miraculous destiny

Miraculous destiny

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 12, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Cape idup,tapi kalo mati masuk neraka gak ya? " "kayanya sih iya, soalnya lo tuh goblok,maling buah mangga didepan pemiliknya,mana mukanya sok polos lagi" "heh! mulut kalo ngomong tuh dijaga, tapi bener sih" "si Anjing gobloknya masih dipelihara ternyata" . . . "Kalo lu mau curhat lo bisa ke gue, nanti gue kasih solusi sebisa gue, kalo lo butuh tempat buat sedih juga lo bisa ke gue " . . . "Aku gabisa disini terus gue harus pergi... Maaf... " . Cerita ini hanya sebagai hiburan Jika ada kesamaan nama atau jalan cerita itu hanya kebetulan semata karna cerita ini murni dari otakku yang hobi ngehalu
All Rights Reserved
#687
knight
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Destiny [Joonghwa]
  • I KNOW YOU DON'T CARE
  • Alefandra
  • dimana janji tersebut
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • East sky first love
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • KISAH KITA (END)
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]

" pangeran, apa alasan mu mencintai ku? " tanya sosok yang memeluk nya dari belakang itu. mendengar pertanyaan itu sosok yang di panggil pangeran itu pun terkekeh pelan. sang pangeran pun membalikkan badannya, memeluk kembali sosok itu dan membenamkan wajah nya di pelukan sosok itu. " bukan kah seharusnya aku yang bertanya padamu Joong? apakah kau tak takut kita akan dibunuh oleh Raja dan ratu? " tanya sang pangeran alih alih menjawab pertanyaan dari sosok yang ia panggil Joong itu. sosok yang di panggil joong itu memeluk pangeran itu semakin erat, ia mencium aroma kepala sang pangeran seakan itu adalah candu. " karena aku mencintaimu pangeran. jika aku mati, maka aku rela asalkan pengorbanan itu untukmu. " sang pangeran tak menjawab untuk beberapa waktu, hingga akhir nya sosok Joong itu merasakan bajunya basah. " kau menangis pangeran? apakah aku salah? " sang pangeran yang ada di pelukan nya pun menggeleng. " aku harap kita bisa bersama di masa depan Joong. "

More details
WpActionLinkContent Guidelines