Story cover for The Homework  by foreverkpoppp
The Homework
  • WpView
    LECTURES 117
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Chapitres 16
  • WpView
    LECTURES 117
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Chapitres 16
En cours d'écriture, Publié initialement févr. 17, 2024
Kisah ini mengikuti sekelompok remaja yang terjebak dalam situasi mengerikan. Mereka harus berusaha melarikan diri dari sebuah Keluarga penganut sekte sesat kanibalisme setelah salah satu temannya yang merupakan anak dari keluarga tersebut membawa mereka untuk melakukan kerja kelompok dirumahnya.

Awalnya, para remaja ini tidak menyadari bahwa keluarga yang menyambut mereka dengan hangat itu adalah kanibal. Namun, perlahan-lahan mereka mulai menyadari keanehan-keanehan yang terjadi di dalam rumah itu. Mereka menemukan bukti-bukti yang mengarah pada praktik kanibalisme yang dilakukan oleh keluarga tersebut.

Ketakutan dan kengerian menyelimuti para remaja ini. Mereka berusaha mencari jalan untuk melarikan diri dari tempat mengerikan itu. Namun, keluarga kanibal itu tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja. Terjadi pertarungan sengit antara para remaja dan keluarga kanibal, di mana nyawa menjadi taruhannya.

Dalam upaya melarikan diri, mereka harus menggunakan segala daya dan upaya mereka. Mereka harus bersatu, berpikir cepat, dan bertindak berani untuk dapat lolos dari cengkeraman keluarga kanibal yang kejam. Akankah mereka berhasil melarikan diri dan menyelamatkan diri, atau justru menjadi korban selanjutnya?

Cerita ini menawarkan ketegangan, horor, dan perjuangan untuk bertahan hidup dalam situasi yang mengerikan selain itu juga ada bumbu-bumbu drama menarik. Kalian akan dibawa pada sebuah perjalanan mencekam yang mempertaruhkan nyawa para remaja dalam upaya mereka melarikan diri dari keluarga kanibal yang mengincar mereka.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter The Homework à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#142introvert
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
BETWEEN THE LINES [ON GOING], écrit par Lalalilysa
22 chapitres En cours d'écriture
[FAMILY ROMANCE-CRIME THRILLER-PSYCHOLOGICAL] Berurusan dengan mayat sudah menjadi pekerjaan sehari-hari Lim Yoona hampir satu dekade ini. Sebagai Dokter Forensik, ia memiliki tanggung jawab cukup besar untuk menganalisis korban dari sisi medis dan memberikan bukti teknis yang cukup relevan bagi penegak hukum. Sementara Lee Junho yang bekerja sebagai Jaksa, bertugas menyusun dakwaan dan memastikan pelaku kejahatan menerima hukuman yang setimpal. Setiap harinya, ia berhadapan dengan dokumen, bukti, dan persidangan. Ia berjuang untuk mengungkap kebenaran di balik kasus-kasus yang menuntut keadilan. Sebagai pasangan dalam kehidupan dan pekerjaan, mereka saling melengkapi. Yoona membantu mengurai teka-teki yang tertinggal di tubuh korban, sementara Junho menggunakan temuannya untuk menghadirkan keadilan di ruang sidang. Tak hanya mereka, ada juga Kwon Yuri yang bekerja sebagai detektif dan membantu keduanya untuk menyelesaikan kasus demi kasus. Ia bertahan di pekerjaan ini untuk mencari pelaku yang membunuh keponakannya beberapa tahun lalu. Mungkin hidup mereka cukup tenang, hingga suatu ketika ketenangan itu mulai terusik. Kasus pembunuhan berantai anak-anak muncul begitu saja meresahkan masyarakat dengan pola kejahatan yang tampak acak namun mengerikan. Saat itulah Lim Yoona, Lee Junho, dan Kwon Yuri mulai menyadari bahwa kasus ini bukan sekadar kejahatan biasa. Ketiganya terjebak dalam pusaran kebenaran yang perlahan terungkap, yang tak hanya mengguncang masyarakat, tapi juga mengguncang kehidupan pribadi mereka. *** Start : 2 April 2025 End : -
the last of the twelve sisters, écrit par lily112403
5 chapitres En cours d'écriture
Sinopsis: Di sebuah Lembaga terpencil yang menyamar sebagai panti asuhan, Eugenia dan sebelas gadis yatim piatu lainnya hidup dalam neraka kekerasan dan pelecehan di bawah tangan para pengurus yang kejam. Setelah menyaksikan kematian tragis teman-teman mereka akibat hukuman brutal dan kelalaian, Eugenia dan Rebecca, seorang gadis yang lebih tua dengan jiwa kepemimpinan, merencanakan pelarian. Pada malam festival musik di kota terdekat, ketika keamanan Lembaga melonggar, dua belas gadis itu mencoba kabur melalui lubang yang mereka gali di bawah tembok. Namun, pelarian mereka segera diketahui, dan pengejaran sengit pun terjadi di pegunungan. Dalam upaya melarikan diri, kelompok mereka terpecah. Rebecca, dengan naluri melindungi Eugenia, mengorbankan dirinya dengan menjadi umpan agar Eugenia bisa lolos dari kejaran para penjaga. Eugenia berhasil melarikan diri, hidup dalam kesendirian dan dihantui oleh trauma serta rasa bersalah karena meninggalkan teman-temannya. Bertahun-tahun berlalu, Eugenia berusaha membangun kehidupan baru sebagai Elisa sambil menyimpan kenangan pahit tentang Lembaga dan pengorbanan Rebecca. Namun, ia selalu bertanya-tanya tentang nasib teman-temannya yang tertangkap kembali. Takdir membawanya pada penemuan mengerikan: teman-temannya, termasuk kemungkinan Rebecca, tidak selamat. Mereka ditangkap kembali oleh pihak fasilitas dan dijual ke berbagai tempat untuk dieksploitasi. Kebenaran yang menyakitkan ini membangkitkan amarah dan tekad dalam diri Eugenia.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
Senbatsu VS Undergirls  cover
BETWEEN THE LINES [ON GOING] cover
PERVASIVE || TAENNIE cover
Destiny ✓ cover
the last of the twelve sisters cover
DISGUISE [SEVENTEEN VER] ✔ cover
Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓] cover
Blood Bound Chains || StrayKids Brother cover

Senbatsu VS Undergirls

30 chapitres En cours d'écriture

Di balik gemerlap lampu dan senyum manis para idola, tersembunyi rahasia kelam yang tak pernah terbayangkan oleh para penggemar. Dua grup idol ternama-Senbatsu dan Undergirls-dipertemukan dalam satu panggung megah untuk konser terbesar tahun ini. Namun, pesta itu berubah jadi mimpi buruk ketika salah satu member ditemukan tewas secara misterius di balik tirai panggung. Gedung terkunci. Tidak ada yang bisa keluar. Ketegangan meningkat saat satu per satu rahasia terungkap: rasa iri, dendam lama, persaingan tak sehat, bahkan pengkhianatan yang menyakitkan. Setiap langkah adalah teror. Setiap tatapan bisa berarti ancaman. Dan malam itu, bukan hanya pertunjukan yang dipertaruhkan-tetapi nyawa. Ketika darah menggantikan cahaya panggung, siapa yang bisa dipercaya? Peringatan! Ini hanyalah fiksi dan tidak untuk menganggap ini adalah sebuah real