Memoria

Memoria

  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 385
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 17, 2024
Memoria Utami Praditya harus pasrah ketika sang ayah memutuskan untuk memasukannya ke sekolah asrama. Seperti mendapat karma karna dulu sering membuat sang ayah elus dada menghadapi sifatnya. Kini ia juga harus banyak elus dada menghadapi sifat unik orang-orang yang di temuinya. Tapi di balik kerandoman orang-orang itu, Utami tak menyangka mereka ternyata memendam banyak emosi. Kesenangan, Kesedihan, Amarah, Iri, dan Dengki. "Ta.. Gua suka sama lu."... ... "Gua kan cuma bilang suka, tapi gua gak ngajak lu pacaran." 'Bab*'
All Rights Reserved
#481
percintaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jomblo di eskul Pramuka
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • FRIENDZONE
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)
  • ARUMI [ END ✓]
  • AURORA
  • CEZALINE
  • Karena Kamu Rumahnya

"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines