Hei, Awan!

Hei, Awan!

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 11, 2025
Di dalam gedung teater yang besar, seluruh penonton menanti beludru terbuka. Kemudian, seorang narator berpenampilan badut masuk ke tengah panggung dan memberikan hormat. Narator itu mengetes mik. Semuanya lancar. Dia mulai berbica. Narator: Selamat datang di panggung kehidupan. Malam ini, saya dan rekan-rekan membawakan kisah Hei, Awan! Ouh, wah! Kisah ini sungguh unik! Baiklah, tanpa berlama-lama lagi. Tuan dan Nyonya, saksikanlah drama kehidupan Maulana Virgiawan Putra! (Suara tepuk tangan) (Iringan musik) Narator ke tepi, dia duduk di kursi di samping panggung. Narator: Wah, kursi dan meja. Ada apa ini? Mana pemerannya? Penonton bersorak. Kemudian, lampu menyorot ke samping beludru. Narator: Hei, Awan! Silakan masuk ke panggung. Penonton menunggumu! Pemeran itu malu. Dia melambaikan tangan ke penonton dari tempatnya. Penonton bersorak. Narator: Awan! Ayo, berikan penampilan terbaikmu! Pemeran itu mengangguk. Lalu dia berjalan pelahan-lahan dengan posisi tangan mengepal. Dia mendekati kursi dan meja. Narator: Ah, baik. Tuan dan Nyonya, dia memang pemalu. Jangan khawatir. Dia pemeran yang handal. Oh, lihat aksinya. Pemeran itu jongkok di tempat bantalan kursi seraya memakan roti dan pemeran lain datang. Narator: Ouh, kejar dia! Dasar tidak tau diri! Pemeran lain itu langsung mengejar pemeran pertama, dia lari terbirit-birit. Penonton bersorak dan tertawa. Narator: Pembuka dikemas dengan sesuatu yang mengangumkan! Semakin dilihat, semakin takjub! Jangan sampai melewatkan adegan yang terbaik. Jangan sampai menyesal. Narator: Baiklah, Tuan dan Nyonya, saya harap Anda sekalian tidak kabur dari kursi. Silakan duduk dan nikmati penampilan ini! Tepuk tangan untuk pemeran! (Penonton bertepuk tangan) Narator: Awan itu lucu! Anda harus melihatnya lebih lama lagi! Panggung ini sudah didesain sedemikian rupa untuk Awan. Jadi, nikmati dan silakan berekspresi! (Penonton bertepuk tangan)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GOOD STORY LOVE
  • ON SIGHT (Completed)
  • Felicity [On Going]
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Agatha [ End ]
  • My Duchess / End
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • [2] Miracle Pill Maker Bullies the Boss
  • Na & Liu

tokoh utama di cerita ini bernama boy merupakan anak gengs yg mempunyai wilayah kekuasaan yg paling luas di asia. dia gengster yg sangat ditakuti dgn semua persenjataan dan kemampuan gengnya yg luar biasa. Kembali ke blok, sirli sekarang mulai bisa berjalan dia tidak memerlukan suster lagi, untuk pengobatan kepalanya bisa dilakukan sendiri tapi dia masih minum obat. Pagi itu sirli bangun terus ke kamar boy di lantai atas. Sirli "(mengetuk pintu kamar boy) tok tok. Yang? Boy? Boy?" Boy "(masih tidur didalam selimut)" Sirli "boy! Boy!" Boy "emm, bentar (bangun membuka pintu) kenapa yang (menyandar di pintu) kok enggak masuk aj pintunya enggak ku kunci" Sirli "heheh, gak mau asal masuk aj, disini warung dimana yang" Boy "warung? Emang kamu mau beli apa?" Sirli "ada, aku mau beli sesuatu" Boy " iya sesuatunya itu apa (masuk ke kamarnya sirli juga ikut masuk duduk di sofa) Sirli "dimana bilang aj tempatnya dimana" Boy "(mencuci wajah di kamar mandinya) nanti kita ke luar kalau kamu mau ke warung" Sirli "emang di sini enggak ada ya" Boy "ada si, tapi nanti aku mau ngurus sesuatu di luar blok sekalian ngajak kamu jalan2, pasti bosankan di rumah terus" Sirli "ya, beli disini aj kalau gitu. Aku perlu sekarang. Nanti lah kita jalan2nya." Boy "ya aku mandi dulu ya" Sirli "enggak usah mandi aku butuhnya sekarang" Boy "apa si, emang mau beli apa, sampai harus secepatnya" Sirli "biasa cewek" Boy "kenapa emangnya" Sirli "ah kamu ma nyebelin (keluar dari kamar boy)" Boy "iya iya aku antar, jangan marah gitu dong (mengejar sirli)" Sirli "kamu tu susah banget kalau di ajak baik2, merajuk dulu baru mau" Boy "iya, maaf bentar aku ambil kunci mobil dulu" Sirli " aku tunggu di bawah" Boy turun ke bawah menghampiri sirli Boy "ayo, katanya mau ke warung" Sirli "ayok, udah dari tadi juga ditunggu, lama banget" Boy "kamu kenapa si marah terus" Apa yg akan terjadi selanjutnya, kuy join.

More details
WpActionLinkContent Guidelines