Life Dilemma

Life Dilemma

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 19, 2024
Perkenalkan namaku Rumaysa, kini semua yang daku impikan hanyalah angan semata, jalan kehidupanku berbeda dari impianku selama ini, meskipun begitu, aku bersyukur, Tuhan telah mentakdirkanku dengan mengarungi kehidupan ini bersama seorang pria, kekasih hati, ia lah suamiku... Setelah menikah, aku tidak lagi tinggal bersama orang tua dan keluargaku, tepatnya sekarang hidup bersama keluarga suami, tinggal bersama orang tuanya. Mungkin bagi sebagian wanita ini adalah neraka. Namun bagiku, semoga menjadi ladang Surga. Kalian pasti merasa risih dengan hal ini, bagiku ini adalah sebuah takdir yang harus kujalani. Kalian pernah mendengar, Anisa Pohan pernah berkata: "Baiknya menantu itu bukan disebabkan menantunya, tetapi karena ia memiliki mertua yang baik, makanya menantu juga menjadi idaman", lebih kurang begitu ya katanya ^_^. Mau tau kelanjutan cerita nya, silahkan ikuti Blogg ini ya! Salam kenal ^_^
All Rights Reserved
#416
https
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • JODOH RAHASIA ALLAH
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Tiadakah Surga yang Lain? {REVISI}
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Takdir Cinta [TAMAT]
  • Dosen Killer | END✔
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • ALVIN (On Going)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines