Life Dilemma

Life Dilemma

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 19, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Perkenalkan namaku Rumaysa, kini semua yang daku impikan hanyalah angan semata, jalan kehidupanku berbeda dari impianku selama ini, meskipun begitu, aku bersyukur, Tuhan telah mentakdirkanku dengan mengarungi kehidupan ini bersama seorang pria, kekasih hati, ia lah suamiku... Setelah menikah, aku tidak lagi tinggal bersama orang tua dan keluargaku, tepatnya sekarang hidup bersama keluarga suami, tinggal bersama orang tuanya. Mungkin bagi sebagian wanita ini adalah neraka. Namun bagiku, semoga menjadi ladang Surga. Kalian pasti merasa risih dengan hal ini, bagiku ini adalah sebuah takdir yang harus kujalani. Kalian pernah mendengar, Anisa Pohan pernah berkata: "Baiknya menantu itu bukan disebabkan menantunya, tetapi karena ia memiliki mertua yang baik, makanya menantu juga menjadi idaman", lebih kurang begitu ya katanya ^_^. Mau tau kelanjutan cerita nya, silahkan ikuti Blogg ini ya! Salam kenal ^_^
All Rights Reserved
#2
utm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Takdir Cinta [TAMAT]
  • Istri Cadangan
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • philopobhia
  • Eysha Love Story'
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Tiadakah Surga yang Lain? {REVISI}

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines