FIRST SEAT, FIRST LOVE

FIRST SEAT, FIRST LOVE

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2026
Seharusnya sejak awal aku menjauhnya. Tapi aku tidak melakukannya, aku memilih untuk tetap tinggal, tetap mencintainya, dan tetap percaya bahwa dia tidak akan pernah meninggalkanku. Sampai suatu hari aku menyadari bahwa aku telah memberikan terlalu banyak hal untuk seseorang yang tidak pernah berniat untuk bertahan. CERITA FIKSI, KARANGAN PENULIS.
All Rights Reserved
#478
toxicrelationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Almost Married (On Going)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Daddy Sitter 21+ (END)
  • Salah Status
  • Merciless Ex Obsession
  • Satu Tahun Saja
  • Kembang Desa

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

More details
WpActionLinkContent Guidelines