Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
ADHIKARI ASMARA

ADHIKARI ASMARA

  • WpView
    Membaca 230
  • WpVote
    Vote 14
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 1, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Seorang gadis yang sedang merindu puja dengan kekasihnya yang berhati lembut. Namun disaat-saat kebahagiaan mereka, ada sebuah tekanan yang memaksa mereka untuk berpisah. Namun si gadis setia menunggu kembalinya sang kekasih dan berharap takdir berkata lain. Apakah sepasang kekasih ini dapat berjumpa kembali? Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan maka aku tidak akan berbuat benar.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Promise or Leave
  • TERBELENGGU RESTU : Kisah yang Tertahan
  • Let Me Love You Longer
  • Azora [R e v e n g e] Revisi✔️
  • old flame
  • False Hopes
  • LOVE OF THE PAST
  • OBSESSIVE LOVE
  • My Ice Prince

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan