What's wrong with roleplayers ?

What's wrong with roleplayers ?

  • WpView
    LECTURES 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., févr. 18, 2024
ZILA RAESPATI. Seorang gadis dengan sifat pendiam, namun akan menjadi sangat cerewet saat bersama orang terdekatnya. Gadis dengan beribu-ribu rasa kesepian di hatinya karena kedua orang tuanya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing *** Ketika kesepian terus melanda gadis itu dia tanpa sengaja mendengar teman-temannya sedang asik menceritakan pengalaman mereka berada di dunia yg mereka sebut roleplayer itu. Zila dia yg tertarik dan penasaran mendengar hal tersebut langsung mendekat pada teman"nya yg sedang asik berbincang dan di sambut dengan senyuman oleh teman-temannya Lantas apa yg terjadi saat zila mengatakan pada teman-temannya dia penasaran dan ingin mencoba menjadi salah satu dari dunia roleplayer itu
Tous Droits Réservés
#66
roleplayer
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Not Me & Not Mine
  • My Cute Assistant ( Delynn X Lily FanFic)
  • REKSA: The Last Bell
  • L.O.V.E
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • Asrama Nomor 12 (JKT48 Gen 12 Fanfic)
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Diary Salsa
  • CINTA TAK SEARAH

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu