He or Him

He or Him

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 2, 2024
Seberapa banyak engkau berteman tetap teman masa kecil pemenangnya. Anya : " kan ku simpan seperti layaknya sebuah pusaka, entah dia ataupun dia " " Kamu lebih indah dari sekedar apa yang aku tulis, sajak yang tak biasa ini tercipta atas dasar rasa dari hati sebisa mungkin pada setiap barisnya ku hilangkan setiap duka, agar kamu selalu bersuka cita saat membacanya. Ku harap mata mu tak pernah lelah, karna kabarnya jemariku takkan pernah berhenti menulis puluhan ribu kata tuk kamu lihat, jangan salah kan aku karena sudah jatuh cinta tapi bertanyalah pada dirimu sendiri, mengapa kamu harus terlahir terlalu sempurna? " -Dari Anya untuk Baskara. lalu bagaimana selanjutnya? yuk langsung aja baca. karena kesempatan tidak datang dua kali!!
All Rights Reserved
#89
perjanjian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • syanin
  • Best Of Name (END)
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • 𝗗𝗜𝗔 𝗜𝗞𝗬
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Tak Sengaja Jodoh
  • Never Be The Same
  • tasbih cinta

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines