We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Like We Met

Like We Met

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
An unthought met scratched a never ending story. Tidak ada yang bisa menebak kehendak semesta. Pertemuan yang tidak pernah terduga, membuka banyak hal yang selama ini tersimpan rapat. Devian dengan keteguhannya. Benci terlihat lemah di depan banyak orang. Menyembunyikan segala perih yang ia rasakan bersama rindu yang ia peluk erat. Alena dengan kesempurnaannya. Mengubur dalam segala sesak di dada karena beban yang ia pikul. Hambar akan perasaan. Hanya bahagia yang ia kenal. Tidak memberi celah untuk perasaan lain menguasai dirinya. Pun hampir tak ada bulir bening yang berhasil luruh dari kedua irisnya. Dibalik semua itu, ada bibir yang dibungkam. Ada kisah pilu yang terpendam. Pertemuan yang tidak pernah terlintas di benak, jadi kunci atas semua hal yang selama ini disembunyikan.
All Rights Reserved
#92
devian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Champion In the heart
  • DARLENNA [TAMAT]
  • About Alena
  • ARSENIO ; Keep going until it disbands! (Book 1)
  • ALEXIANA
  • ANTARESKA [END]
  • ALVAREZ [SELESAI]
  • Surat Cinta untuk Alana
  • DEVAN ALVIANO [SELESAI✔]

Dua nama terukir, dalam relung hati, Membuatnya bergetar, tak henti. Berulang kali kucoba membuka pintu, Namun dua bayang tetap menghantui. Kalian, dua pilar yang kuat menopang, Membuat hati ini tak beranjak. Aku menangis, meratapi perasaan, Tapi apakah kalian tahu kesedihan ini? Tersiksa sendiri, merasa terjebak, Cinta yang tak terbalas, bagaikan duri yang menancap. Menunggu tanda, menunggu kabar, Namun hanya kehampaan yang kurasakan. Aku ingin melepaskan, ingin lupa, Namun nama kalian tetap berbisik di telinga. Terjebak dalam kekacauan yang tak berujung, Bisakah kalian mendengar rintihan hati ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines