DIA SIAPA?[new Story]

DIA SIAPA?[new Story]

  • WpView
    OKUNANLAR 65
  • WpVote
    Oylar 3
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Mar 16, 2024
Rembulan tidak pernah menyangka kedatangan seorang kakak tirinya mengubah semua alur dalam kehidupannya.ia yang tidak pernah merasakan dipukul harus merasakannya sekarang?. Miris kisahnya namun apa boleh buat dia adalah seorang gadis pecinta hujan. GADIS PENCINTA HUJAN® __________ Hi cerita pertama dalam akun pertama. No plagiat ⚠️ Langsung ke prolog.baca nya dari awal sampai akhir biar tau alur nanti malah nyasar dan bingung ini siapa?kok bisa gini?.
Tüm hakları saklıdır
#226
umum
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Memories in Moon
  • Until The End Of Story
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • Jangan pergi (End)
  • Psikopat Digital? [End]
  • Beribu Luka
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Hujan Dan Takdir
  • ZiAron [END]
  • <3 Sepanjang Hidup <3

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi