HTS (HOLY SHIT)

HTS (HOLY SHIT)

  • WpView
    Reads 3,247
  • WpVote
    Votes 414
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 5, 2025
Rupanya tidak semua orang tahu apalagi menyadari bahwa latar belakang seseorang sangat berpengaruh pada aksi-reaksi, terutama jika itu tentang hubungan berkasih sayang secara romantis. Walaupun Zeyya tak pernah menjalin hubungan-lebih tepatnya dia tidak bisa membuang waktunya untuk hal yang akan menyita banyak waktu, perhatian dan dapat menjadi kelemahannya. Bukan berarti dia tak membutuhkannya, dia ingin, hanya saja waktu itu bukanlah waktu yang tepat. Sama seperti Rian bertingkah ambigu, entah ingin jadi pasangan atau sekadar teman saja. Dia amat kesal diwaktu pria itu datang padanya melewati boundaries yang dia bangun, menjalin kontak intens dan bermanja namun diwaktu yang lain bertingkah profesional. Kalau kata Chika dan Sera, itu namanya HTS, Holy Shit!
All Rights Reserved
#12
rekan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Icy Doctor (Tamat)
  • HTS
  • We Can't Be Friends
  • In Zurich We Fell (END)
  • ~ HTS ~
  • Unconscious Love✔️
  • Kai: Tujuh Gelombang Ombak, Satu Mercusuar
  • Mr. Lecturer [END]
  • TOUCHED (End)
  • LINE OF DESTINY

Rianna bukan orang yang percaya dengan kisah cinta Cinderella atau upik abu yang menjadi menantu orang kaya. Dia percaya pada prinsip harta dan tahta itu tidak buta, bahwa setiap orang akan mendapatkan pasangan sesuai dengan kastanya. Hal itu berlaku bagi Rianna dan Akara. Mereka tidak akan pernah bisa bersama karena latar belakang kehidupan mereka yang sangat jauh berbeda. Status ekonomi, status sosial dan latar belakang keluarga Rianna yang tidak jelas tentu akan menjadi hal pertama yang membuat keluarga Akara menolaknya. Lebih daripada itu, Rianna tahu kalau ibu Akara tidak menyukainya, meskipun wanita itu bersikap sebaliknya pada putri Rianna, Hanna. Dan dokter Akara sendiri? Kenapa Rianna harus menyukai seseorang yang hanya bisa berkata ketus dan memandangnya dengan tatapan dingin? Tapi apakah Akara berpendapat sama dengan Rianna? Benarkah sikap dingin dan ketus pria itu selama ini karena pria itu tidak menyukainya? Dan bagaimana dengan ibu pria itu? Benarkah wanita itu benar-benar tidak menyukai Rianna karena kemiskinannya, atau sebenarnya ada alasan lain yang membuatnya bersikap demikian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines