Kepada Takdir

Kepada Takdir

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 28, 2024
"Aku ikhlas, tapi aku ga sanggup." *** "Jangan harap saya bisa mencintai kamu! Karena sampai kapan pun saya akan tetap mencintai Wana!" Namaku adalah Sabina Maulidiya, aku tak tau kenapa takdir mempermainkan aku seperti ini, aku tau ini emang sudah takdirnya, tapi haruskah aku terus-terusan merasakan sakit? Sungguh aku tak sanggup. Jika ini memang sudah ditetapkan, aku ikhlas, aku percaya kepada takdir-Mu, karena takdir-Mu lah yang terbaik. Star:26-04-24
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • Janji Diujung Doa
  • Perasaan Yang Sama
  • Di bawah Langit Pesantren
  • Takdir Dua Insan
  • >Destiny
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • Ajari Aku. Mencintai Kamu Dalam Islam
  • AZALEA
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines