Call It a Day

Call It a Day

  • WpView
    LECTURAS 20
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 25, 2025
"Saya dengar kalian berdua akan bertunangan. Apa itu benar?" Tanya pemuda itu sambil mengulurkan tangannya. "Benar, kemungkinan besar dalam waktu dua minggu," jawab Ysabel sambil menjabat uluran tangan yang diberikan. "Apakah, anda mencintainya?" "Saya tidak membencinya." As dusk descends, let us heed the old adage and call it a day, letting the whispers of twilight guide us into the night.
Todos los derechos reservados
#53
josei
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Bleeding Lady [completed]
  • Unsere Schritte
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Oh My Fiance! [COMPLETED]
  • Kita Sembuh Bareng?

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido