DEAR B

DEAR B

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 18, 2025
Brukk "Woi kalo berhenti tuh bilang dong."ucap syahra sambil mengelus jidatnya yang sakit karna tertabrak punggung laki-laki itu. Belum selesai dengan sakit jidatnya, tiba-tiba saja laki-laki itu kembali menarik nya membuat Syahra tersentak. "Sorry, ikut gue." Menarik Syahra menuju gudang yang berada di sebelah kiri dari pintu lorong yang mereka lalui, laki-laki itu dengan cepat masuk lalu menutup rapat kembali pintu gudang. "Ssttt, ada pak imron." ucap laki-laki itu sambil menutup mulut Syahra agar tidak bersuara. Yang membuat Syahra terdiam adalah bukan karena laki-laki itu membekap mulutnya. Toh bisa saja dia langsung melepas bekapaan dan tanpa disuruh dia akan diam, tetapi posisi mereka yang membuat Syahra tidak bisa bergerak dan menahan nafas. Bagaimana tidak, posisi mereka saat ini sangat intim bahkan Syahra bisa mencium aroma parfum yang laki-laki itu pakai. Syahra terpojok di dinding dekat jendela dan laki-laki itu menghimpit dirinya dengan tangan yang masih membekap mulut Syahra. Laki-laki itu sesekali mengintip ke arah jendela memastikan tidak ada guru lain yang melewati gudang. Setelah beberapa menit didalam gudang yang penuh dengan barang-barang, Laki-laki itu pun melihat keadaan sekitar dan ia pun melepaskan bekapan itu dari mulut Syahra. "Ayo, udah gak ada pak Imron."ucap laki-laki itu.
All Rights Reserved
#261
crush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • THE CLIMB [Completed]
  • Mastering Him
  • Tokoh Utama
  • ADYRA
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • RAACA 'the power of takdir Allah '
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines