Langit, Laut, & Segala Pesonanya

Langit, Laut, & Segala Pesonanya

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Stemmen 43
  • WpPart
    Delen 3
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, feb. 24, 2024
WpInfo
Fictie
Romantiek
Mengisahkan tentang delapan remaja dengan segala luka yang mereka miliki. Delapan remaja, mereka: Ombak Lengkara Bhumi, Alaya Rainy Tara, Shreya Anila Pelangi, Ratri Ancala Elenairyn, Kenzo Bimantara, Juan Harsa Nirmala, Rayandra Alexander Niscala, dan Regara Alvaro Niscala. Mereka para remaja pecinta langit dan laut. Remaja yang memiliki segudang masalah dalam hidupnya. Masalah yang selalu datang sebelum masalah yang dulu selesai. Membuat tumpukan-tumpukan masalah baru. Mereka memiliki satu prinsip: "Ingat, kebahagiaan masih jauh. Jika kita menyerah sekarang, maka usaha yang kita lakukan selama ini sia-sia. Jadi bertahanlah sampai kebahagiaan itu berhasil diraih." Lantas, apakah mereka berhasil meraih kebahagiaan itu?
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Sandyakala (SUDAH TERBIT)
  • LENTERASKA
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Langit Angkasa [SELESAI]
  • Stay (Completed)
  • ANGKASARAYA [END]

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen