VENDETTA

VENDETTA

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2024
Semua berawal dari kesalah pahaman yang membuat sebuah kepercayaan sirna begitu saja. Kesalah pahaman yang membuat sebuah tali persaudaraan terputus dan menimbulkan pertikaian besar diantara mereka. "saya tidak pernah meminta kamu untuk mencintai saya" begitu naifnya manusia yang dengan mudahnya hanyut kesebuah muara yang bernama cinta. Tidak di herankan jika meletak perasaan pada orang yang salah akan membuat hati seseorang mati. "liya,jangan terlalu berharap kepada manusia jika kamu tidak ingin hatimu mati setelah terjatuh dari ketingian harapan" itu kata terakhir yang terdengar oleh telinga wanita yang kini mulai menjauhi sosok yang baru saja memberinya nasihat.
All Rights Reserved
#676
darah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Mahligai Sunyi
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • STERNENLICHT

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines