Kapan Nikah?

Kapan Nikah?

  • WpView
    OKUNANLAR 1
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 5
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Şub 25, 2024
Namaku Zhera, berada di fase ini tidak pernah aku duga sebelumnya, fase dimana pertanyaan kapan nikah menyerbuku, terlebih orang tuaku sendiri yang menanyakannya. Gempuran undangan dari teman sebaya, adik kelas dan para mantan membuatku sedikit hanyut dalam pertanyaan kapan nikah, bukan karena iri, melainkan dibuat bingung dengan orang-orang yang terlalu campur tangan dengan perasaanku. Setelah merasakan kecewa, perasaanku seperti mati rasa, sulit bagiku membedakan sikap modus dan serius laki-laki, pasalnya yang mengatakan seriuspun bisa pergi tanpa alasan. Aku sebenarnya belum siap menikah, tapi bagaimanapun juga aku perempuan yang haus akan kepastian. Namun, apa yang harus kulakukan ketika kepastian itu telah di depan mata, pertanyaan lain malah kembali muncul, kini bukan lagi kapan nikah, melainkan "kamu yakin sama dia?"
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • tentang sebuah rasa
  • KYTJC (END)
  • this is the story of my life - Afshenna Yara Carlotta
  • Aa Iqbaal
  • SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)
  • Little Monster
  • Bayi Dosenku 2
  • My Husband Is Ridiculous [TERBIT]
  • ABISYA (aku & dia)
  • IN HEART

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi