Story cover for ATHAYA by DindaSaa123
ATHAYA
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Feb 21, 2024
Resyana athaya kinanta, gadis yang penuh dengan kata luka

"aya capek ma! Aya capek mama banding bandingin sama kakak! a-aya pengen mama papa dengerin aya sekali aja ma sekali" ucapnya sembari menahan rasa sakit akibat pecahan kaca yang dilemparkan mamanya

"berisik kamu! Kamu itu cuma beban dikeluarga ini Gausah nangis nangis gajelas Jangan pernah manggil saya mama! Saya gak pernah nganggep kamu anak saya!"


WARNING DARL!, DILARANG COPY LAPAK INI!
All Rights Reserved
Sign up to add ATHAYA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
STORY KEISHA (TAMAT) by allfyxx_
54 parts Complete
(𝙿𝚊𝚛𝚝 𝙻𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝙷𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚃𝚊𝚖𝚊𝚝) #1 in Hancur #1 in Luka #2 in Rapuh #4 in Remaja #8 in Fiksi remaja (Di awal mungkin ceritanya kurang menarik tapi kalau udh menuju konflik dijamin pasti naik darah!) Ini kisah tentang kemalangan seorang gadis bernama Keisha yang tak pernah merasakan bahagia dari kedua orang tua bahkan keluarga. Keisha yang hanya ingin mendapatkan perhatian namun hingga kapanpun ia tak akan pernah mendapatkan impian sesederhana itu. "kak." Andrian mematung itu suara gadis yang sangat ia kenal, Andrian berbalik perlahan dan menatap gadis yang memanggilnya. Andrian segera mengalihkan pandangannya dari Keisha. "Apa?" "Soal foto di club itu... Bukan aku kak, aku mohon jangan salah paham!" Jelasnya. "Apa peduli gue, kita nggak ada hubungan apapun! Dan gue juga nggak peduli kalau yang ada di foto itu lo atau bukan!!" Desis Andrian tajam. "Dan jangan pernah muncul di hadapan gue lagi JALANG!" --------------------------------------- Perasaan yang sesungguhnya padamu itu benar, Kita terlihat sama namun tetap berbeda bagaimana pun juga aku ingin tau apakah kamu merasakan hal yang sama denganku. Mungkin tidak ada harapan bagiku namun aku tetap menginginkan nya. Setelah Minggu, hari, waktu yang sudah berlalu. ------------ 𝓚𝓮𝓲𝓼𝓱𝓪 𝓗𝓮𝓻𝓶𝓪𝔀𝓪𝓷 --------------- 𝙳𝚘𝚗𝚝 𝙲𝚘𝚙𝚢 𝙼𝚢 𝚂𝚝𝚘𝚛𝚢! [FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM MEMBACA HARGAI PENULIS YA!!] Start publish: 01 Maret 2020 Finished : 22 Oktober 2020 Novel By: AlfiyahNr ®15+ ᴄᴏᴘʏʀɪɢʜᴛ ©ᴀʟꜰɪʏᴀʜɴʀ03
Rasya Vs Rasyid [END] by SuciRRamadhan
88 parts Complete
Tentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya. Rasyid juga dikenal dengan wajah datar dan dingin tak luput mata tajam nya yang bagaikan elang setiap melihat manusia didepan nya. Kata orang, Rasya itu bidadari yang memiliki sikap berbanding terbalik dari seharusnya, wajah Rasya itu datar tapi manis, mata coklat madu nya bagai elang namun begitu candu, sikap dingin nya membuat orang segan namun berbeda bagi Rasyid. Rasya itu manusia paling menyebalkan bagi nya. Rasya itu cewe rapuh yang begitu kuat tameng nya. Rasya itu cewe paling cerewet baginya. Namun bagi Rasya, Rasyid itu kasar, arogan dan menyebalkan. Rasyid itu manusia yang paling sulit buka suara. Rasyid itu lelaki penipu yang ulung bagi nya. Rasya kira, Rasyid miliknya. Namun ternyata, Rasyid milik masa lalunya. _______ "luppo," bibirnya bergetar bersama air mata yang baru saja lolos dari kelopak, ia meraih tangan Rasyid. "ini bercanda aja kan?" Hening. Rasya tau bagaimana Rasyid, Rasya tau apa arti diam nya Rasyid. Lantas, apa semua ini nyata? "jawab, tolong. Cuma butuh satu kata dari luppo kok" tuturnya lagi berusaha senyum. "jangan diem aja! Jawab luppo. Ini drama kan?" tanya Rasya lagi terisak "JAWAB!" "IYA! dia pacar gue, kenapa?" Rasya diam membisu, lagi-lagi kepercayaan nya dipatahkan begitu saja, lagi dan lagi ia kembali di khianati oleh orang yang ia kira menjadi bagian masa depan nya nanti. Lagi lagi, Rasya terluka hebat. Luka yang dulu kembali terbuka lebar dan menyiptakan luka yang baru. "Jika bahagia mu tak bersama ku, mungkin sudah waktu nya kita untuk saling melepas diri. Bagaimana pun cinta mu takkan pernah nyata." ... ⚠CERITA INI MENGANDUNG KATA² KASAR! CERITA PERTAMA MOHON DI MAKLUMI, PLAGIAT MENJAUH!! CERITA MASIH AMBURADUL DAN TYPO BERTEBARAN! BELUM DI REVI
You may also like
Slide 1 of 10
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Tuan R  cover
AghaVela [SELESAI] cover
Alisa's Story  cover
STORY KEISHA (TAMAT) cover
Sahna's Story [END] cover
Look at Me, MAMA! ✔ cover
Diantara mereka cover
Rasya Vs Rasyid [END] cover
Paradise cover

ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

18 parts Ongoing

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***