Finding Solace

Finding Solace

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Mar 18, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Ra, lo keren bisa bertahan sejauh ini." Kalimat itu terdengar sederhana, tapi entah kenapa terasa lebih hangat dari pelukan siapa pun. Di saat banyak orang sibuk menilai dari luar, dia justru melihat bagian paling rapuh yang selama ini gue sembunyikan rapat-rapat. Awalnya gue mengira dia cuma cowok alay yang terlalu banyak gaya dan terlalu sedikit makna. Ternyata gue salah. Di balik cara bicaranya yang santai dan tingkahnya yang kadang bikin geleng kepala, ada ketulusan yang pelan-pelan bikin gue merasa aman. Dia tahu tentang depresi yang gue alami. Tahu tentang hari-hari ketika bangun dari tempat tidur saja rasanya seperti perang. Tapi bukannya menjauh, dia justru tetap di situ-tanpa menghakimi, tanpa mengasihani, cuma menemani. Dan dari situ gue mulai sadar, kadang orang yang kita remehkan justru jadi tempat paling nyaman untuk pulang.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman