My Past [ Sudah Terbit ]

My Past [ Sudah Terbit ]

  • WpView
    LECTURAS 1,893
  • WpVote
    Votos 1,266
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 7, 2024
"Saya harap kita tidak bertemu lagi setelah ini Dea." "Kak!!. Dengarkan penjelasan Dea dulu, apa yang terjadi itu tidaklah benar. Sebenci itukah kakak dengan Dea?. Tolong percaya, Dea tidak melakukan itu semua kak." "Stop Dea!!!. Saya muak dengan pembelaan dan penjelasan kamu. Dalam otak dan hati saya sudah tertanam bahwa kamu adalah pembunuh. KAMU ITU PEMBUNUH DEA!!." "Hiks. DEA BUKAN PEMBUNUH KAK!!" Sesakit dan sebodoh inikah jatuh cinta?? Ini cerita tentang kehadiran lelaki dari masa lalu. Kembali bertemu disituasi yang tak terpikirkan sebelumnya. Akankah kisah baru dimulai? atau masih terbelenggu di masa lalu.
Todos los derechos reservados
#2
pensivol9
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Promise or Leave
  • Strong Girl Michella (END)
  • Beautiful December Rain [TERBIT]
  • The False Reality (TELAH TERBIT)
  • COMEBACK FROM PAST  ( Terbit )
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • "LOVE AGAIN"
  • Setia Di Hati (Selesai)

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido