Story cover for Dhiaulhaq by baracksel
Dhiaulhaq
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Feb 21, 2024
Jeff adalah bungsu keluarga Davidson. Jeff sangat mencintai natal dan musim salju di London tempat dia dan keluarganya berlibur tiap setahun sekali. Tak disangka, usianya yang ke-empat belas  adalah kali terakhirnya dia merayakan natal. David ayahnya, memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Angel ibunya, lebih awal mempelajari Islam sebelum ayahnya, sehingga mau tidak mau, Jeff dan Kakaknya harus pindah agama. 

Dengan berat hati Jeff meninggalkan gereja yang penuh nyanyian hangat, pernak-pernik Natal yang berkilauan, bahkan sampanye terlezat yang pernah dia cicipi. Pekan pertama, Jeff tidak masalah jika harus belajar Salat. Dua pekan setelahnya, Jeff sedikit kesulitan mengaji, namun masih tak masalah. Tiga pekan kemudian, hal yang sangat tidak diinginkannya pun terjadi. Masuk pesantren!
All Rights Reserved
Sign up to add Dhiaulhaq to your library and receive updates
or
#733santri
Content Guidelines
You may also like
Badgirl Masuk Pesantren (END) by nurulstyansh
51 parts Complete
[Republish-Revisi] Alisya Azzahra Maudy Ayundari. Bayangkan jika seorang Badgirl masuk Pesantren? Sifatnya yang tomboy, jarang betah berada di rumah, dan sering kali mengikuti balapan dengan teman-temannya. Hingga kedua orang tuanya memutuskan sang anak untuk pindah ke sebuah Pondok Pesantren milik sahabatnya. "Papa... Alisya nggak mau masuk Pondok Pesantren! Alisya janji pasti bakal berubah paah... papa... " "Ini semua demi kebaikan kamu juga Alisya dan maaf untuk hal ini mama sangat setuju dengan keputusan papa." "Pokoknya Alisya nggak mau! TITIK!! Mama Alisya nggak mau. Mama jangan tinggalin Alisya!! Mama dengerin Alisya dulu... Ck, ish!" Dan keputusan pun telah dibuat dan tidak bisa diganggu gugat. Mau tidak mau Alisya harus menuruti permintaan kedua orang tuanya. Hingga saat Alisya tinggal di Pondok Pesantren ia bertemu dengan seorang lelaki yang ia juluki sebagai pengganggu hari-harinya. Lalu apakah sikap Badgirl nya akan berubah jika sudah tinggal di Pesantren? Dan siapakah sosok lelaki yang dimaksud olehnya? *** Muhammad Ali Yusuf Alfaidzhan Ali. Yup itu adalah nama yang sering disapa dan dikenal dikalangan Pondok Pesantren. Ali sangatlah populer dikalangan para santri dan wati di Pesantren tersebut. Dikarenakan Ali adalah sosok laki-laki yang sangat ramah, baik, dan yang lebih memesona lagi adalah akhlak dan ketampanannya. Ali selalu menampilkan senyumannya kepada siapapun dan bersikap ramah kepada siapapun. Namun ternyata dibalik senyumannya itu, Ali tidaklah nyata tersenyum bahagia. Melainkan Ali adalah sosok yang rapuh dibalik senyumannya. Ali mampu menampung kesedihan yang mendalam dan sebisa mungkin Ali menyembunyikan dalam diamnya meski sering kali Ali menangis di dalam bilik kamar seorang diri. Lalu apakah alasan Ali bersedih dan sering kali menangis? ___ Penulisan masih jauh dari kata sempurna. Mohon diingatkan apabila ada kesalahan. Selamat membaca ❤️ Cerita Oleh Nurulstyansh #fiksi-islami
You may also like
Slide 1 of 10
Menjaga Cahaya cover
Dinamika Hati [SELESAI ✔] cover
Cinta Neng Zulfa (Selesai) cover
Badgirl Masuk Pesantren (END) cover
Cinta yang Taat cover
Mentari Senja [End] cover
ARKHAN (TAMAT)  cover
Syukron Ya Habibati  cover
Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️ cover
Uhibbuka Fillah Gus [END] cover

Menjaga Cahaya

25 parts Ongoing

Siapa sangka, alumni pesantren yang cupu sepertiku harus masuk ke sekolah terelit di Jakarta. Perkumpulan anak orang kaya dan juga cogan. Hal pertama yang kupikirkan saat masuk sekolah ini, aku harus siap di bully. Aku harus menjaga pandanganku dari berbagai jenis makhluk yang bernama laki-laki. Kuputuskan jadi bongkahan es dimanapun berada. Kalian harus tahu, aku harus menjaga hafalan Quranku dengan menundukkan pandangan. Dan sekolah ini, adalah godaan terbesar. Aku mohon papa, mama, aku pengen balik ke pesantren. Lebih baik jadi nyai dari pada menjadi ilmuwan seperti yang ada di pikiran mama! Tapi ada satu orang yang selalu memperhatikanku, dia sering mendapatiku menangis dan memberikanku dua lembar tissue. Katanya satu buat ngelap air mata, satunya buat ngelap ingus. Ini kisahku, bertahan dengan iman di tengah zaman milenial.