Dhiaulhaq

Dhiaulhaq

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 23, 2024
Jeff adalah bungsu keluarga Davidson. Jeff sangat mencintai natal dan musim salju di London tempat dia dan keluarganya berlibur tiap setahun sekali. Tak disangka, usianya yang ke-empat belas adalah kali terakhirnya dia merayakan natal. David ayahnya, memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Angel ibunya, lebih awal mempelajari Islam sebelum ayahnya, sehingga mau tidak mau, Jeff dan Kakaknya harus pindah agama. Dengan berat hati Jeff meninggalkan gereja yang penuh nyanyian hangat, pernak-pernik Natal yang berkilauan, bahkan sampanye terlezat yang pernah dia cicipi. Pekan pertama, Jeff tidak masalah jika harus belajar Salat. Dua pekan setelahnya, Jeff sedikit kesulitan mengaji, namun masih tak masalah. Tiga pekan kemudian, hal yang sangat tidak diinginkannya pun terjadi. Masuk pesantren!
All Rights Reserved
#7
jeff
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menjaga Cahaya
  • Zenith
  • Dinamika Hati [SELESAI ✔]
  • syakila
  • PERANTARA SURGAKU [END]
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Andai Di Surga Ada Cinta
  • Dua dunia Kenzie
  • ARKHAN (TAMAT)
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT

Siapa sangka, alumni pesantren yang cupu sepertiku harus masuk ke sekolah terelit di Jakarta. Perkumpulan anak orang kaya dan juga cogan. Hal pertama yang kupikirkan saat masuk sekolah ini, aku harus siap di bully. Aku harus menjaga pandanganku dari berbagai jenis makhluk yang bernama laki-laki. Kuputuskan jadi bongkahan es dimanapun berada. Kalian harus tahu, aku harus menjaga hafalan Quranku dengan menundukkan pandangan. Dan sekolah ini, adalah godaan terbesar. Aku mohon papa, mama, aku pengen balik ke pesantren. Lebih baik jadi nyai dari pada menjadi ilmuwan seperti yang ada di pikiran mama! Tapi ada satu orang yang selalu memperhatikanku, dia sering mendapatiku menangis dan memberikanku dua lembar tissue. Katanya satu buat ngelap air mata, satunya buat ngelap ingus. Ini kisahku, bertahan dengan iman di tengah zaman milenial.

More details
WpActionLinkContent Guidelines