Dua Sisi Yang Berbeda

Dua Sisi Yang Berbeda

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 23, 2024
WpInfo
Non-Fiction
" Mama sama papa mana ya, kok belum dateng dateng, Arsyila takut sendirian di sini. Hiks hiks" Buliran bening mulai berjatuhan dari sudut mata lentiknya. " Mama, papa Arsyila takut hiks...hiks.." Tiitt..tiitt.. " Non, ayok naik keburu hujan" Arsyila langsung lari berhamburan menuju lelaki paruh baya yang merupakan sopir pribadi dari keluarga Arghantara. " Pak Mamat Syila takut hiks..hiks.. Abang Syila mana pak? Terus mama kenapa nggak jemput Syila?" Pak Mamat langsung menuntun Arsyila untuk segera memasuki mobil, karena rintik hujan sudah mulai berjatuhan. " Ya udah non, nanti setelah sampai di rumah non Syila akan tahu alasannya, jangan nangis lagi yaa"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • AILAH(END)✅
  • Semesta untuk sean
  • CINTA DALAM KELABU
  • SAKINAH
  • Don't Talk About Money
  • Tentang Azriel
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤
  • Langit Yang Merenggut Cinta

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines