Foolish one : Abby  [ 21+ ]

Foolish one : Abby [ 21+ ]

  • WpView
    Reads 6,757
  • WpVote
    Votes 245
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2024
Langkah kaki yang sedikit bergetar dan menatap genggaman pintu, gugup pada badanku membuat aku begumam pelan. "Siang.." Pandanganku teralih pada seorang pria yang aku tau Ace Miller, ia melihatku dengan Ekspresi terkejut lalu sedetik kemudian ia memperlihatkan senyumannya. "Silahkan duduk Abby, bagaimana kabarmu?" Aku tersenyum kikuk saat ia melontarkan kabar kearahku lalu terduduk pada kursi Interview "Baik Kak.." ungkapku sedikit berbisik "jadi bagaimana Interviewnya? Pak ?" Lanjutku dengan meletakan sebuah map pada mejanya. aku hanya melihat senyuman yang lebar pada raut wajah Ace hingga ia berkata "Tidak perlu, aku sudah tau siapa yang pantas menjadi sekretarisku" WARNING : Dewasa [21+]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sleeping With My Boss
  • Agby (Sequel Om CEO) [Selesai]
  • tangled in his rules
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • ATASANKU [ON GOING]
  • Let Me In (OPEN PO)
  • The CEO Wants Me ✅

Adult Romance 21+ "Jangan, Pak Darell! Jangan! Ini sama saja dengan membunuh nama baik saya, Pak." Fiona meraih pakaiannya dan segera mengenakannya dari balik selimut. "Kamu harus bangga bisa tidur sama saya." Fiona tak habis pikir dengan pria ini. Melakukan kesalahan fatal harus dibanggakan karena melakukannya dengan atasannya sendiri, sedang Fiona tahu mereka berdua tak memiliki status apa pun kecuali atasan dan bawahan. "Apa Anda sinting?!" Fiona bangkit dari ranjang dengan sewot. Dia tidak tahu kalau Darell adalah pria yang memiliki ego tinggi hingga Fiona harus bangga tidur bersamanya. Tapi, bagi Fiona apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Kesalahan fatal dan semakin fatal karena pria yang berhasil menyentuh tubuhnya adalah pria narsistik. "Well, anggap saja aku salah ngomong tadi. Aku pikir kamu senang kalau kita melakukannya." Wajah pria itu tampak bersalah, tapi tidak membuat kemarahan Fiona berkurang. "Aku mabuk karena marah kekasihku telah mengkhianatiku. Dia menjalin hubungan dengan Deon." Fiona kembali tercengang. "Pak Deon?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines