MENTARI MERAH JAMBU

MENTARI MERAH JAMBU

  • WpView
    LECTURES 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., août 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir seseorang memang terkadang selalu tidak terduga, namun siapa sangka gadis miskin yang selama ini selalu diremehkan dan dihina oleh semua orang pada akhirnya takdir baik pun menghampirinya. . Dan inilah kisah ku, gadis berumur 15 tahun yang harus terus bekerja untuk tetap hidup. Disaat semua anak seusia ku sibuk belajar dan bermain, tetapi aku justru harus bekerja banting tulang untuk sekedar bisa makan. Namun suatu ketika takdir itu datang... . . . Hai semua ini adalah karya kedua author. cerita ini murni dari hasil imajinasi author. kalau ada unsur kesamaan, berarti hanya sebuah kebetulan ya. Yuk yang penasaran sama cerita ini ikutin ya setiap update an ceritanya dan jangan lupa untuk kasih apresiasi kalian agar memotivasi author buat terus menghasilkan cerita-cerita yang menarik. Semoga kalian suka and enjoy your reading😉
Tous Droits Réservés
#675
bungsu
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Petrichor
  • Let Me Love You Longer
  • SANDYAKALA ANGKASTA
  • ZONA BABYGIRL
  • Leader Girl (END)
  • Kembali Gerimis (END)
  • Ayra Story [TAMAT] ��✓
  • Our Little Girl
  • MOIRA
Petrichor

Uang adalah sumber kebahagiaan, uang adalah segalanya. Bulshitt!! Aku tidak pernah meminta kedua orang tuaku untuk bekerja segila ini untuk bisa mewujudkan semua keinginanku. Cukup mereka selalu ada di sisiku saja itu sudah membuatku senang. Munafik jika aku tidak memerlukan uang mereka. Tapi bukan begini caranya. Apakah mereka lupa bahwa ada aku yang selalu menunggu mereka menghabiskan waktu bersamaku? Bahkan, pembantu di rumahku lebih cocok di panggil sebagai orang tua. Disaat orang lain menghabiskan hari liburnya dengan orang tua mereka, aku hanya bisa menampilkan senyum getir tanpa bisa merasakan kesenangan itu. Ini hanyalah wish yang sangat mudah untuk di wujudkan. Akan tetapi mengapa terasa sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengabulkannya. Sikap mereka yang seperti itu tak ayal membuatku menjauhi mereka. Sebisa mungkin, tidak berinteraksi pada keduanya. Mungkin dengan cara ini mereka bisa mengerti. Berbagi cerita pada Bunda, di ratu kan oleh Ayah, menghabiskan waktu bersama keduanya. Aku harap semuanya akan terwujud. Teman, kekasih dan lainnya, bahkan belum bisa membantuku menutupi semua luka ini. Hingga..... Kejadian itu membuatku kembali merasakan apa itu sakit dan kehilangan. Benar, yang bisa membuatku tenang hanya..... Petrichor.... . . . . . Warning!!! Cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri tanpa ada copy dari cerita lain. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau lainnya. Harap untuk tidak plagiat cerita ini.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu