Rintangan di Balik Perjuangan

Rintangan di Balik Perjuangan

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 22, 2024
Dalam "Rintangan di Balik Perjuangan", Zein, seorang pemuda yang bercita-cita tinggi, memimpin gerakan perlawanan dalam masyarakatnya yang dikuasai oleh rezim otoriter. Meskipun dia menderita kehilangan yang mendalam ketika keluarganya menjadi korban kekejaman rezim tersebut, semangat perjuangan Zein tidak pernah padam. Namun, di tengah jalan, Zein menghadapi rintangan besar yang menguji ketabahannya. Ketika rencana perlawanannya hampir terwujud, Zein menyadari bahwa ada pengkhianatan di antara sekutunya yang paling dekat. Kehancuran keluarga dan kepercayaan yang dia alami membuatnya ragu akan segalanya. Dengan tekad yang kuat dan bantuan dari sahabat-sahabat sejatinya, Zein menemukan kekuatan dalam kesulitan. Dia memutuskan untuk melanjutkan perjuangan meskipun dengan hati yang hancur. Melalui keberanian dan keteguhan hatinya, Zein memimpin gerakan perlawanan menuju kemenangan, sementara dia sendiri menghadapi rintangan emosional dan moral yang menggetarkan jiwa.
All Rights Reserved
#151
rintangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANJI TANPA SUARA
  • Dear My Kapten (2025)
  • Suck It and See (Complete)
  • 𝗖𝗿𝘂𝘀𝗵, 𝗧𝗵𝗲𝗻 𝗖𝗹𝗮𝗶𝗺
  • "HANCOK" Sepenggal Hati di Jalur Revolusi"
  • LEVEL (Easy)
  • Pergilah...
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Mission OF Heart  (Zeesha) (END)
  • Promise To Come

zayyan tumbuh di rumah besar yang sunyi bukan karena tak ada suara, tapi karena suara yang ada selalu berisi teriakan dan pertengkaran. ayah dan ibunya tidak pernah bercerai, tapi hampir setiap hari adalah perang dingin yang memekakkan di balik wajah datarnya dan sikap acuhnya yang sering di salah artikan, zayyan menyimpan luka : trauma melihat keluarganya perlahan dan sedikit demi sedikit menjadi bangunan hancur Zahira berbeda. ia hampir tak pernah bicara, bukan karena tidak bisa, tapi karena takut. dulu ketika kecil, ia pernah di culik oleh pamannya sendiri karena mempunyai kemampuan melihat sosok gaib. ia tumbuh sebagai gadis yang pemalu, tertutup dan penuh kecemasan. ia merasa lebih nyaman di balik buku gambar dan menuliskan diary dari pada di antara keramaian ketika dua jiwa penuh luka bertemu, tak ada janji yang di buat. hanya tatapan yang saling mengenali rasa sakit. tanpa suara,tanpa tuntunan mereka mulai belajar : bahwa terkadang, yang paling menyembuhkan bukan kata - kata, tapi keberadaan yang jujur dan sederhana janji tanpa suara adalah kisah tentang trauma yang diwariskan dalam diam, tentang keberanian untuk mempercayai lagi, dan tentang cinta yang tumbuh perlahan bukan untuk menyempurnakan, tapi untuk saling menerima kekurangan

More details
WpActionLinkContent Guidelines