gores
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2024
Kepada mereka yang selalu ada dan dilupakan Aku mohon hiduplah lebih lama demi sebuah tiupan lilin malam, demi sebuah titipan pesan kicauan burung, demi sebuah hamparan desir ombak pantai, dan demi sebuah kepastian mu selama ini. "Rasanya jiwa ku sedang duduk di tepi pantai memandang ombak yang akan menarikku bagaikan selimut untuk membuatku tertidur. Ombak itu menyapa ku mengajakku bermain dengannya namun hati ini masih enggan menerima nya bermain karena banyak yang harus di tata untuk hati yang rapuh. Aku hanya memandangnya bergulung bagaikan ia menunggu-ku seakan-akan untuk waktu yang lama". Dan ia menutup buku diary nya. Aya' seorang anak perempuan yang perlahan tumbuh dalam relung sesuknya. Dalam relung dukanya, sukanya. Ia berharap segala jiwa yang peduli padanya benar-benar sangat peduli bukan hanya sesaat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • ALEYA~~
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • AKSARA LARA(END)
  • The Silence That Shaped Me
  • Mahligai Sunyi
  • AFKARA [END]
  • " 𝑺𝒌𝒚-𝑹𝒂𝒊𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔 𝑨𝒏𝒅 "
  • LENGKARA
  • A Silent Heartbeat

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines