DOWN TO MY RADAR

DOWN TO MY RADAR

  • WpView
    Reads 662
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 11, 2024
"Aku sangat terobsesi dengan dirinya namun dia menghindar dariku." Mirsyah adalah seorang pianis online yang menyembunyikan identitas aslinya. Suatu hari ia mendapat pesan dari seorang gadis yang mengaku sebagai penggemarnya. Stalker! Beberapa waktu berlalu gadis penggemar telah berdiri di halaman rumah putih sang pianis dan mulai mengganggu kehidupan pribadi sang pianis. DILARANG PLAGIAT!!!!
All Rights Reserved
#5
stalk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT !
  • 00.07 WIB [SELESAI]
  • Surat terakhir dari mama
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Imaginary Boyfriend
  • Ice Princess
  • GABUT SQUAD
  • Dependency βœ“ [Sudah Terbit]
  • BEFORE NEMBAK YOU || Selesaiβœ”

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines