TERATAI (yang telah layu)

TERATAI (yang telah layu)

  • WpView
    Membaca 54
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 22, 2024
"Tolong gue, plis!gue mohon" pinta laki-laki itu dengan tatapan yang sayu, Aku tertegun melihat itu, sampai menahan nafasku, Detik selanjutnya laki-laki itu menyium bibirku sambil menggendongku kearah pintu apartemen lelaki itu, Aku hanya menangis didalam gendongan lelaki itu, sambil memukul dada laki-laki itu , "Lo hanya perlu nolongin gue dan lo akan menikmati juga" laki-laki itu kenbali menyium bibirku, Dalam ciummannya aku hanya bisa menangis, sambil berharap akan ada pertolongan yang sepertinya mustahil untukku dapatkan "Ya allah, tolong Maryam, dan maafkan maryam" kataku dalam hati, Dan malam itu, malam yang seharusnya tak pernah kulalui, malam yang membuatku merasakan penyesalan karna telah membantu orang, malam ang membuatku benci, dan jijik kepada diriku sendiri, Aku yang slalu bersinar, kina telah redup Teratai yang selalu bermekar dengan indah, kini tlah layu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#240
wanitatangguh
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)
  • ELSA & GINTARA [END]
  • Our Love Story
  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]
  • Dia Nazzam
  • His Happiness ll COMPLETED ✅️
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Gadis November [Completed]
  • Assalamualaikum Imamku

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan