Siklus Hidup Rabi

Siklus Hidup Rabi

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 8, 2025
====================================== Struk Gaji Nama : Rabi Julaeha Jabatan : Guru Honor Gaji Pokok : Rp. 500.000 Uang makan : 20x 15.000 = Rp. 300.000 Jumlah : Rp. 800.000 Iuran Koperasi : Rp. 50.000 _____________________________________________- Jumlah yang diterima. : Rp. 750.000 Kertas keramat ini selalu Rabi terima setiap bulannya. Katanya ini adalah honor yang Ia terima sebagai seorang guru. Miris memang ketika tugasmu mencerdaskan anak bangsa, tapi pendapat yang kamu terima jauh dari kata layak. Ini siklus hidup Rabi, si guru honor yang hidupnya morat marit dikempit realita.
All Rights Reserved
#327
kematian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • 𝒯𝒽ℯ ℳ𝒶𝒾𝒹 𝒪𝒻 𝒢𝒽ℴ𝓈𝓉
  • USIA 18 [END]
  • Kos-Kosan Sebong { Corona Ver } || SELESAI✔️
  • Sepinggan Tubir
  • KAULAH IMAMKU [Completed]
  • KOMPAS || END ||
  • My Teacher [END]
  • ONEUS Bangsul [TAMAT]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines