Sebagai seorang wanita karir yang sukses dan sangat terkenal di industri Fashion, Amelie memiliki karakter yang sangat spesial sehingga membuatnya banyak disegani oleh orang-orang disekelilingnya, semua orang begitu menyayanginya, sampai suatu ketika Amelie tiba - tiba menghilang tanpa jejak tepat setelah Tahun Baru Imlek. Kabar menghilangnya pemilik AMEL Group tersebut bahkan sampai ke Negara penghasil luxury fashion brand yang mendunia, Perancis.
Di tahun yang sama pada saat Hari Raya Natal, Amelie ditemukan oleh tangan kanannya, Mario, tepat didepan pintu masuk Gereja Katedral dengan wedding dress berlumuran darah.
Berada dipuncak kesuksesannya, Amo justru merindukan keluarga kecilnya, keluarga dimana ia telah ditempa sedari kecil. Namun dilain sisi, Amo juga berpikir, beberapa bulan kedepan perusahaannya akan mengadakan Anniversary.
Kepulangannya menuju tempat kelahirannya menimbulkan kenangan-kenangan lama pada dirinya sendiri. Hingga ia menerima sebuah email dari ketua angkatan sekolahnya dulu ketika di Pondok Pesantren. Menerima email tersebut, Amo berusaha mengingat kisah- kisah perjalanan sekolahnya semasa di Pondok Pesantren.
Banyak yang tidak tahu mengenai seluk beluk Amo, namun perlahan puzzle demi puzzle akhirnya terkuak. Kisah asmaranya berhasil muncul kepermukaan ketika ia menghadiri acara reuni. Oncu, sahabat karibnya sewaktu di Pondok pesantren menghipnotisnya dan berhasil memunculkan kepingan puzzle yang selalu Amo pendam.