Suamiku Penyelamatku

Suamiku Penyelamatku

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2024
"Kenapa sih anak saya mau sama kamu? Kamu itu gak bisa ngurus diri kamu sendiri, ngaca! Kamu itu gendut!" "Emang kenapa sih ma kalau aku gendut?" "Pakai nanya lagi, ya gak enak dilihat lah. Anak saya harusnya malu punya istri kayak kamu." "Cukup, ma!"sarkas pria gagah yang baru saja masuk kedalam rumahnya. Badannya lelah seharian bekerja, niat pulang untuk istirahat. Tapi dia malah melihat ibunya lagi dan lagi menghina istrinya. "Kamu udah pulang?"ucap wanita paruh baya itu berubah lembut karena kedatangan anak semata wayangnya. Pria itu tidak memperdulikan ibunya yang hendak menggandengnya, dia malah berlalu menghampiri istrinya."Cukup hina istri aku ma, dia tanggung jawab aku. Baik buruk dia itu tergantung aku. Tapi dia sempurna ma, dia pinter, baik, mandiri." "Itu semua gak cukup! Cantik lebih penting biar bisa di banggain. Bukan kayak baskom begini." ...
All Rights Reserved
#60
penyelamat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sesal Yang Terlambat
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • MEMBUAT SUAMI MENYESAL
  • Please, Love Me (END)
  • TEOLOGI CINTA
  • KANA
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)

"Cukup ambil bayimu, kenapa harus sampe menikah dengan OG rendahan itu, Israd?"tanya Zia marah dengan mata melotot tak terima pada sang anak. "Biar aku punya kekuatan hukum, Ma. Biar anak itu jatuh sepenuhnya ke tanganku tanpa ada drama dan perlawanan di masa depan, hanya itu. setelah dia melahirkan, aku ceraikan dia, usir dari rumah, dan anakku mama bawa Ke Singapura. Biar dia tidak bisa melihat anaku sedikitpun, masalah selesai, lalu aku menikah dengan kekasihku."jawab Irsad tenang, tapi percayalah, ucapan dengan nada dan raut tenang Irsad, membuat seorang perempuan mungil yang menempel bagai cicak di belakang pilar, menggigil takut dengan hati yang amat sakit di dalam sana mendengar semua ucapan para orang kaya jahat itu. Tapi, untung saja, dia bisa menguasai diri dengan cepat. lalu senyum sinis, terbit begitu mengerikkan di bibirnya. "Oh begitu, ya. Indah sekali mimpimu para orang kaya, tapi maaf, aku tak sebodoh dan selugu itu! Ku pastikan di hari pernikahan, aku sudah pergi sejauh mungkin dari hidup kalian para penjahat bersama dengan anakku pastinya!"desisnya bagai janji hidup dan matinya. Walau dia orang kampung dan miskin, jangan harap dia selugu seperti yang di pikirkan oleh Irsad bejat yang sudah menodainya 2 bulan yang lalu!

More details
WpActionLinkContent Guidelines