Suamiku Penyelamatku

Suamiku Penyelamatku

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2024
"Kenapa sih anak saya mau sama kamu? Kamu itu gak bisa ngurus diri kamu sendiri, ngaca! Kamu itu gendut!" "Emang kenapa sih ma kalau aku gendut?" "Pakai nanya lagi, ya gak enak dilihat lah. Anak saya harusnya malu punya istri kayak kamu." "Cukup, ma!"sarkas pria gagah yang baru saja masuk kedalam rumahnya. Badannya lelah seharian bekerja, niat pulang untuk istirahat. Tapi dia malah melihat ibunya lagi dan lagi menghina istrinya. "Kamu udah pulang?"ucap wanita paruh baya itu berubah lembut karena kedatangan anak semata wayangnya. Pria itu tidak memperdulikan ibunya yang hendak menggandengnya, dia malah berlalu menghampiri istrinya."Cukup hina istri aku ma, dia tanggung jawab aku. Baik buruk dia itu tergantung aku. Tapi dia sempurna ma, dia pinter, baik, mandiri." "Itu semua gak cukup! Cantik lebih penting biar bisa di banggain. Bukan kayak baskom begini." ...
All Rights Reserved
#641
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Tokoh Utama
  • Yang Terlupakan
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Home (Completed) (Repost)
  • TEOLOGI CINTA
  • Apakah kamu ingin menikahiku?

Terbangun di ranjang yang sama membuat Wisnu dan Wina terjebak di sebuah hubungan rumit. Hubungan yang membuat mereka saling terikat tanpa bisa terlepas meskipun Wina ingin. Wina perempuan yang begitu keras memaknai hidup harus terjebak dengan Wisnu, atasannya yang begitu suka menabur harapan dengan para perempuan. "Bapak nggak usah kesini lagi." "Tapi dia juga butuh saya, Wina. Jangan jadi perempuan egois." Ucap Wisnu dengan tatapan tertuju ke arah perut Wina yang sudah membesar. Wina yang terbiasa mandiri dalam hidup harus terus berada di jangkauan Wisnu untuk keselamatan calon buah hatinya. Belum sampai di sana saja, Wina harus di cap sebagai perempuan murahan karena hamil di luar nikah. "Jangan nangis Wina." Wisnu mengusap pipi Wina yang sudah berubah mengembang. "Tindakan kita yang salah tapi dia nggak salah." Sejak detik itu juga Wina sadar bahwa anaknya tidak bersalah disini, dan sebagai Ibu, Wina ingin melindungi calon buah hatinya. Sedangkan Wisnu menemukan rumah yang seutuhnya. Rumah yang menyambut dirinya dengan senang hati, rumah yang selalu menjadi pendukungnya seberapa buruknya ia di luar sana. **** Prolognya sedikit saja, lanjut besok. Ini kisah Wisnu dan Wina dari cerita Love is not Perfect

More details
WpActionLinkContent Guidelines