Bisakah Aku Bahagia?

Bisakah Aku Bahagia?

  • WpView
    Reads 1,241
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
FOLLOW DULU SEBELUM BACA *** Seorang remaja laki-laki berusia sekitar 16 tahunan yang menjalani hidup penuh penderitaan. Ia yang terlahir cacat, orang tuanya yang telah bercerai sejak lama, dan kini hak asuhnya jatuh ditangan sang ibu. Sebenarnya ia ingin hidupnya seperti anak-anak pada umumnya yang selalu disayang dan dimanja. Karena siksaan yang terus menerus menghujam dirinya, membuat ia pasrah dan mimpinya tidak mungkin terwujudkan. "Gue pengen hidup yang tentram kayak lo bang. Pasti enak banget hidup sebagai anak yang pada umumnya." "Lo nggak malu punya temen yang cacat kayak gue?" *** Mau tau seperti apa kisahnya? Mampir dulu yukk Judul lama:Rintik Gerimis Nb: CERITA MURNI DARI HASIL IMAJINASI AUTHOR! FOLLOW DULU SEBELUM BACA! TERIMA KASIHH
All Rights Reserved
#26
akasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • DeKaNa (END)
  • Gone(✔)🔚
  • OUR PROMISE
  • KAIREL [END]
  • Garis Takdir Sera [ON GOING]
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • CLAUSTRUM || End✓
  • AKSARA [✔]

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines