Heart for Killer #AD 02

Heart for Killer #AD 02

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2024
Meena Adia merasa dirinya tidak waras ketika menyadari paket yang dikirimkan padanya berisi manusia. Seorang lelaki dengan hoodie hitam kumuh, yang tampak tidak pernah dicuci. Dan dia hidup. Tapi tidak mengingat apapun. Membutuhkan keberanian untuk mengusirnya, dan lebih banyak keberanian lagi untuk bertaruh dengan konsekuensi ketika memilih mempertahankannya. Sayangnya, sel kewarasan di otak Meena sedang tidak bekerja, sehingga keberaniannya melimpah ruah. Dia memilih untuk mempertahankan lelaki itu dan mempekerjakannya sampai hari reuni, paling tidak untuk memanas-manasi mantannya. Meena masih sakit hati karena diputuskan. Namun ia tidak menduga bahwa keputusannya itu akan mengantarkannya pada hal yang lebih rumit; masa lalu lelaki yang dia namai Ethan itu. Meena tidak bisa menghindar karena hatinya telah terjerat. Bisakah ia menghadapi semua kekacauan itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Harapan dan Kenyataan
  • The Main Character (END)
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • ✔A Shelter by the Lake
  • Embrace again, Arnan
  • Sinar Di ujung Senja

Edith adalah seorang mahasiswa yang menjalani kehidupan sehari-harinya dengan penuh tantangan. Merasa kesepian di tengah kesibukan kuliah, ia memutuskan untuk mencoba aplikasi pertemanan. Di sanalah ia bertemu Jihan, mahasiswi lain yang memiliki latar belakang yang serupa. Keduanya mulai berbagi cerita tentang masalah keluarga dan hubungan mereka, membangun koneksi yang mendalam meski hanya lewat layar ponsel. Seiring waktu, kedekatan mereka tumbuh. Jihan sering menceritakan kesedihannya, terutama tentang keluarganya yang tidak memahami pilihannya untuk kuliah. Sementara Edith juga berbagi beban emosionalnya, mencari dukungan di tengah tekanan akademik. Suatu hari, Jihan harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit yang tidak terduga. Dalam keadaan rentan tersebut, Jihan mengungkapkan perasaannya kepada Edith, dan mereka pun memutuskan untuk berpacaran. Awalnya, hubungan mereka tampak sempurna, dipenuhi cinta dan harapan. Namun, seiring berjalannya waktu, Jihan mulai berubah. Ia menjadi lebih tertutup dan sering mengabaikan Edith. Edith merasa bingung dan sakit hati melihat perubahan sikap Jihan. Mereka sering bertengkar, dan komunikasi yang dulunya lancar kini terhambat. Edith berusaha keras untuk mempertahankan hubungan mereka, tetapi Jihan tampak semakin menjauh. Di tengah ketidakpastian ini, Edith harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hubungan yang dulunya penuh harapan kini berakhir dengan kesedihan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines