The Star & Moon [Yang Jungwon ENHYPEN]

The Star & Moon [Yang Jungwon ENHYPEN]

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 22, 2024
"Bagiku, kau adalah bagaikan bintang yg bersinar di malam hari, sedangkan aku adalah bulan sabit di langit yg gelap" -Jihan Sejak pertama kali melihatmu, kau adalah seorang bintang yg bersinar, sedangkan aku adalah bulan sabit di langit yg gelap. Karena, kamu adalah sang pujaan hati di akademi, dan aku adalah seorang siswi biasa yg mempunyai sikap pendiam & cuek dengan orang yg tidak kukenal. Dan, aku tidak menyangka, kamu menyapaku dengan senyumanmu yg memperlihatkan lesung pipimu itu dengan nada ramah & sopan kepadaku. Aku kaget dengan sikapmu kepadaku saat di lorong akademi & setelah aku bertemu denganmu ternyata kau adalah tetanggaku. Lalu, kamu menawarkanku untuk menjadi temanmu, aku pun setuju, karena aku tidak mempunyai teman cwok. Setelah, 1 thn lamanya, di malam hari, aku memutuskan untuk menghirup udara segar di balkon, tiba² aku mendengar suara aneh di rumahku, aku pun langsung mengambil sebuah senapanku yg berisi banyak peluru, aku pun hendak menembak tapi gagal, ternyata kamu muncul di hadapanku dengan ekspresi terkejutmu. "Kamu ingin menembakku dengan senjata besar itu? Kamu kuat sekali membawa senjata itu" -Jungwon Aku pun langsung menaruh senapanku di tempatnya, lalu aku menanyakan Jungwon, kenapa dia bisa dirumahku. Betapa terkejutnya, ternyata rumah jungwon gelap tidak ada cahaya satupun. Kemudian, aku pun menawarkan Jungwon untuk tinggal sementara dirumahku. Jungwon pun setuju & menemaniku di balkon sambil melihat bulan sabit & bintang di malam hari. "Bintang & bulan sabitnya cantik sekali, jadi insecure aku" -Jihan Lalu, Jungwon pun pat² rambutku, dia memberiku nasihat & memujiku. "Jgn seperti itu Jihan, kamu ga boleh insecure, kamu itu cantik" -Jungwon Aku pun bingung dengan pipiku yg merona memerah "Kamu tau Jihan? Aku menyimpan perasaanku selama 1 thn kita berteman" -Jungwon Aku pun mengerti yg dikatakan jungwon pun langsung membuka suara "Jadi, kamu menyukaiku?!" -Jihan Jungwon pun senyum, dia memelukku & mencium bibir pink
All Rights Reserved
#34
jungwonenhypen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG SEPASANG
  • ENEMIES WITH BENEFIT
  • Love Is Not Over ✔
  • WE'RE ENEMY 2 - JAKEWON
  • MY SURVIVAL STORY 2 - JAKEWONHOON
  • LOVE HIM LIKE a DRAMA - SUNGWON
  • FATE
  • BREAK THIS ICE - JAYWON
  • WHY HAVE YOU CHANGED? - SUNGWON
  • OUR TOXIC'S LOVE STROY - SUNGWON

(SELESAI) "Lo itu rumah gue, mau gimanapun keadaannya, gue akan kembali ke lo dan seperti janji yang kita buat, jangan sampai ada kata putus diantara kita." Tadinya gue berpikir begitu, tentang hubungan gue dan Mirah, tapi sepertinya nggak akan semudah itu untuk kembali padanya dan menjadikannya sebuah rumah bagi gue. - Juna "Pulanglah ke gue setiap kali lo merasa dunia luar terlalu kejam ke lo. Gue berharap tujuh tahun yang kita lewati bisa jadi pondasi untuk hubungan kita selanjutnya." Nyatanya lo yang kejam ke gue dan gue nggak tau sanggup jadi rumah lo lagi atau nggak. - Mirah "Bagi gue mencintai lo dari jauh sudah lebih dari cukup, bagaimanapun itu juga cinta tetap cinta, kan?" awalnya gue pikir begitu, gue ikhlas dan rela menatap lo dari jauh, nyatanya setelah bertemu dengan lo dari dekat dan mengenal lo lebih jauh, sekedar melihat dari jauh nggak cukup untuk gue. - Diran "Gue nggak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, karena gue pernah bertahan bertahun-tahun dengan seseorang, nyatanya dia pergi juga dari gue bahkan setelah gue memberikan segalanya untuknya. Nggak ada jaminan apapun dalam membangun sebuah hubungan." tapi setelah bertemu dengan dia, gue malah jatuh cinta pada pandangan pertama. - Iris "Lo itu menyebalkan, baru kali ini gue ketemu manusia yang gengsinya kebangetan kayak lo, keras kepala dan pengin menang sendiri, namun anehnya gue nggak membenci lo, gue malah jatuh cinta dan ingin menjaga lo seterusnya." harusnya gue bilang begitu langsung ke lo, nyatanya kalimat barusan hanya bisa gue ucapkan di dalam hati. - Nares "Tugas seorang adik adalah mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh kakaknya, maka gue pun akan mendukung apapun yang lo inginkan, termasuk jika lo ingin bersamanya, karena gue adik lo." seandainya perasaan gue seikhlas dan selegowo itu untuk menerima keadaan serta kenyataan yang dibuat Tuhan untuk kita, gue nggak akan menangis di tengah hujan salju seperti ini. - Aruna

More details
WpActionLinkContent Guidelines