Si paling pemikir keras

Si paling pemikir keras

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2024
Apa salah ya jadi pengangguran? Emang dosa ya jadi pengangguran? Padahal kan orang nganggur itu bukan berarti pemalas bisa aja dia rajin cuma ya gak berduit aja. Kenapa si kalau udah lulus pendidikan harus langsung dapet kerja atau nikah (?) Kenapa cuma 2 pilihannya, kalau gak dapet keduanya atau salah satu dari itu dianggap orang gak beruntung dan gak bahagia (?), emang orang yang kerja dan nikah itu bahagia? Kalau iya kenapa masih banyak yang bundir gara-gara keduanya atau kasus kriminal yang nyangkut karena keduanya. Terus bahagia tu apa dong? Entahlah si pemikir ini selalu berpikir kritis, sampai-sampai waktunya habis hanya untuk berpikir bahkan kadang ketika seseorang memiliki mimpi ingin mencapai sesuatu dia malah bertanya lagi jika mimpi itu sudah tercapai apa yang akan dilakukan selanjutnya. Semoga pembaca gak emosi atau bosan mungkin membaca si sok pemikir keras ini _:D
All Rights Reserved
#560
lifestyle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SKRIPSUIT  ✔
  • Nyala Redup di Sudut-Sudut Pabrik [END]
  • Criticalove [SELESAI]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Rekonsiliasi Hati ✔
  • Mutualism Symbiosis
  • The Bridge Between Souls
  • DikaRanggi
  • Bersanaja

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines