For You. [senku x reader​᭄

For You. [senku x reader​᭄

  • WpView
    Reads 5,201
  • WpVote
    Votes 476
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 6, 2024
seorang ilmuwan jenius yang tidak mempunyai perasaan cinta, ia hanya menyukai ilmu pengetahuan. Tiba-tiba tertarik dengan seorang gadis yang baru di kenal ? Apakah dia bisa mempertahankan cinta nya pada sains? Mau tau ? ada di dalam cerita ini!! ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~'' Mohon untuk di pertimbangan lagi dalam membaca. Cerita ini mengandung unsur dewasa, alay, drama. . . Sorry bat, klu cerita nya gaje atau cringe, typo, nyolong, gak sesuai dalam cerita, Lama update😭!! Mimin hanya nge fans amah ayang senku~ jadi mimin ngehalu, klu Baca di orang, mimin gk puas, karena kadang gak Dilanjutin😭 ❀❀❀ pengen bgt ketemu senku!. Tapi pokoknya semangat deh! Para author yang bikin fanfic ini! Saya bikin cerita ini karena gabut, saya hanya pembaca, bukan penulis. Lebih bagusan kalian! Pro dalam menulis kalimat nya. :3 semangat ya..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Until the Numbers Runs Out
  • Medica Stone
  • To Be Honest [EUNBO]
  • Botany and Brilliance
  • |Dr. Stone| β€’ |Scientia|
  • Mental Disease
  • Science Or Love γ€ŠSenkuxReaders》
  • Unconditionally (I.Senku x Reader)

Dr. Stone Fanfiction ༺═───────────────═༻ Senku bukanlah tipe orang yang tiba-tiba berteman. Meskipun begitu, orang-orang secara alami tertarik padanya. Itu menyebalkan. Taiju, Yuzuriha, dan kamu tidak terkecuali. Ketiganya perlahan menyatu dalam hidupnya, dan sebelum dia menyadarinya, mereka menjadi konstan-persamaan yang tidak berani dia ubah. Semua itu berubah ketika Petrification Beam menelan Bumi. Senku mendapati dirinya sendirian. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya ia ingin melihat, menyentuh, dan berbicara dengan orang lain, tetapi ia tidak lebih dari sekadar pikiran yang terbungkus batu. Jadi, ia mengatasinya dengan satu-satunya cara yang ia tahu-dengan menghitung. Detik, hari, bulan, tahun. Ia menghitung musim, melacak perjalanan waktu dengan ketepatan yang hanya bisa ia pertahankan, semua itu ia lakukan sambil terjebak dalam keberadaan yang tidak menyisakan ruang untuk kesalahan. Dan sekarang, berdiri di atas Perseus, dikelilingi oleh dunia yang terlahir kembali dari kehancuran, dia hampir tidak percaya bahwa dia tidak sendirian lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines