Dahlia
  • WpView
    Membaca 5,255
  • WpVote
    Vote 1,527
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 6, 2026
"Permisi, Mba, tahu jalan ke kafenya, enggak?" Laki-laki itu bertanya kepada Danah. Ia menyeringai. Jalan ke kafe katanya? Danah mengangkat satu alisnya. "Lah, ke situ, kan, Mas?" Danah bertanya balik dan menunjuk kafe yang tidak lebih dari empat meter di hadapan mereka. Laki-laki di hadapan Danah mengangguk. "Bener, tuh, Mba," katanya sembari maju selangkah lebih dekat dengan Danah. Gadis itu reflek mundur selangkah. "Kalo jalan ke hati Mba, tahu, enggak?" Kali ini, laki-laki itu tersenyum lebih lebar. Hah? Danah sontak langsung merasa jijik dengan laki-laki di hadapannya ini. Danah mulai menggerakan bola matanya dari atas sampai ke bawah untuk melihat penampilan laki-laki di hadapannya ini. Rambut hitam pendek, sepasang mata hitam yang tajam, hidung mancung, kulit kuning langsat, anting hitam yang tertaut di kedua telinganya, kaus hitam, kalung besi, celana jeans, dan sepatu tali dengan merek yang bisa dibilang cukup mahal. Idih, amit-amit. Kalimat itu hampir terucap dari bibir Danah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#41
jakarta
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Me Or Your Religion
  • Bintang Diatas Balkon
  • Oddly Coupley (Complete)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Kamu Adalah Kenangan (Mengenalmu) TAMAT SEASON 1
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Eccedentesiast | Jay Enhypen
  • Mendadak Ipar
  • COFFEE

(FOLLOW SEBELUM MEMBACA DAN JANGAN LUPA DI VOTE) "untuk terakhir kalinya, di antara keduanya.... kamu pilih apa?" Dahi Hanah berkerut tanda tak mengerti dengan jalan pembicaraan Fathan "coba lihat bangunan di belakangmu!" sontak Hanah berbalik memandangi gereja di belakangnya "yah ini tempat ku beribadah."tak ada balasan dari Fathan hingga beberapa detik barulah ia mengerti maksud dari pertanyaan itu "beda bukan?"tanya Fathan sambil menunjuk mesjid di belakangan nya "terus, kamu mau nanya lagi, aku pilih kamu atau tuhan ku?" "bagaimana kalo sekarang aku yang nanya. Pilih aku atau tuhan mu?"lanjut Hanah. Sorot mata tajam milik Hanah seakan menghunus tepat di ulu hati Fathan Sontak lelaki di sebrang sana tertunduk. Sama sekali tak dapat menjawab pertanyaan tersebut "nggak bisa jawab bukan? Yasudah, seperti yang ku katakan sebelumnya..."ucap Hanah sembari menatap pria di sebrang sana dengan tatapan sendu Hanah menunduk lantas berucap dengan nada pelan,"lupakan perasaan itu!" Kisah ini bukan tentang cinta bertepuk sebelah tangan, bukan pula kisah cowok dingin dengan cewek blakblakan, tapi kisah cinta beda agama yang membuat keduanya mengulur waktu, seolah kenyataan akan berubah dengan hal seperti itu. Kenyataannya, pada akhirnya mereka akan tetap saling melepas Bagaimana kelanjutannya? apakah setelah saling melepas mereka akan kembali bersatu? Atau melepas akan menjadi akhir dari kisahnya? Nantikan terus kelanjutannya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan