We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Forever In Frame

Forever In Frame

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Maaf, jika aku menyukaimu. Seharusnya aku tidak pernah menyukaimu." "Aku mohon biarkan aku membalas perasaanmu, aku akan menunggu seberapapun lamanya." "...." 𝐇𝐚𝐧𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐨𝐯'𝐬 Aku memang menyukainya tapi bukan berarti itu selamanya. Hari itu hari yang baik, dimana semuanya akan kulakukan demi mendapatkan hati Sang Nama Namun takdir tak berpihak padaku jadi aku tidak akan menaruh nama itu di halaman 𝘥𝘪𝘢𝘳𝘺 yang akan datang. Aku tidak pernah membenci apapun reaksinya, dia akan tetap hidup di dalam bingkai selamanya. ____________________________________________ •ᴀᴛᴛᴇɴᴛɪᴏɴ• - Bahasa baku. - Semua karakter fiktif belaka. - Empat dari sepuluh beberapa peristiwa diambil dari kehidupan author. - Kritik & Saran terbuka, silahkan tinggalkan komentarmu diparagraf atau diakhir cerita. 𝘦𝘯𝘫𝘰𝘺 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘳𝘴 ;)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Spring's Love Note
  • Short Story' 3 - Proses Revisi
  • Je t'aime |Noren |Nomin|
  • AKANDRA [END]
  • Blamed |Hwang Renjun| [END]
  • Me,You and the story we went through.
  • Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔
  • Bisnis Jalan Perasaan Nyasar [BL]

'Bukankah masa sekolah adalah masa-masa terindah bagi seorang remaja?' Hyerim terdiam. Untuk kesekian kalinya ia mendesah keras. Kepalanya ia tundukkan, menatap kosong pada barisan semut yang berjalan berbaris rapi di sekitar kakinya. Memorinya kembali pada ingatan tahun lalu, ingatan yang seharusnya menjadi kenangan manis dengan debaran halus. Ia tersenyum tipis saat siluet pemuda manis dengan tinggi yang cukup membuatnya sakit saat menatapnya, tersenyum kearahnya, menatap lembut ke arahnya, dan mengucap kata yang membuatnya merinding lucu. Tapi, sesaat kemudian sebuah bayangan gelap menutup semua sinar bahagianya. semuanya mendadak gelap, hatinya berat, dan setetes air mata mulai turun dari sudut mata kanannya. 'Oppa..' Ia menangis, mengingat bagaimana kakaknya melakukan hal yang semestnya tidak perlu dilakukan untuk dirinya dan pemuda itu. Semua alasan yang tidak masuk akal yang menjadi penyebab kuat kakaknya melakukan hal buruk itu. Sampai akhitnya ia harus bertahan disini, ditempat jauh yang ia sendiri bahkan tidak tahu kapan ia bisa kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines